Meski Kursi Turun, Firmansyah Levi Berhasil Bawa Golkar Bangka Cetak Sejarah Politik

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Dinamika politik di “Bumi Sepintu Sedulang” memanas. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Demisioner DPD Partai Golkar Kabupaten Bangka, Firmansyah Levi, resmi diterima tanpa catatan berarti oleh seluruh anggota dan organisasi sayap (Ortonom) dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel ST12 Sungailiat, Senin (16/2/2026).

 

Di hadapan para kader, Levi menyampaikan pidato perpisahan yang sarat akan evaluasi pahit sekaligus pencapaian strategis yang akan mengubah peta politik Bangka ke depan.

 

Bacaan Lainnya

Levi tidak menampik adanya penurunan performa jumlah kursi pada periode 2020-2025. Dari 5 kursi di periode sebelumnya, kini Golkar hanya mampu mengamankan 4 kursi. Salah satu penyebabnya adalah kekalahan tipis di Dapil Sungailiat.

 

“Kita harus akui, Partai Golkar kalah bersaing dengan Demokrat dalam perebutan kursi kedua di Sungailiat hanya dengan selisih tipis 84 suara. Ini menjadi catatan penting bagi kepengurusan selanjutnya,” tegas Levi dengan nada lugas.

 

Ia juga membeberkan tantangan berat selama dua tahun masa pandemi COVID-19 yang membatasi ruang gerak mesin partai. Namun, Levi mengklaim agenda rutin partai tetap berjalan maksimal meski di bawah tekanan aturan pemerintah.

 

Meski jumlah kursi menurun, Levi berhasil memberikan “warisan” yang membanggakan. Berdasarkan hasil Pemilu 2024, Golkar Bangka bertengger sebagai pemenang ketiga dengan perolehan total 24.662 suara, di bawah PDIP dan Gerindra.

 

Pencapaian ini menjadi tonggak sejarah baru. Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pemilihan kepala daerah langsung di Bangka, Partai Golkar kini memiliki kekuatan untuk mengusung calon kepala daerah sendiri tanpa harus bergantung pada koalisi dengan partai lain.

 

“Ini adalah ikhtiar politik kita. Golkar Bangka sekarang punya kemandirian penuh untuk menentukan nasibnya sendiri di Pilkada,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta Musda.

 

Menjelang akhir masa jabatannya, Firmansyah Levi mengeluarkan instruksi keras terkait soliditas internal. Ia meminta tidak ada lagi kelompok-kelompok atau faksi yang saling sikut di dalam internal partai.

 

“Suksesi kepemimpinan itu hal biasa. Siapapun yang terpilih nanti, tidak boleh ada lagi faksi-faksi di tubuh Golkar Bangka. Semuanya harus menyatu, melebur untuk satu tujuan: Menangkan Pemilu 2029 dan 2031!” serunya.

 

Dengan diterimanya LPJ ini, tongkat estafet kepemimpinan kini menunggu nakhoda baru yang mampu mengonversi 24 ribu suara tersebut menjadi kemenangan telak di masa depan. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *