DENSUS 88 AT POLRI Berkolaborasi dengan DP3ACSKB Provinsi Kep. Babel Gelar Advokasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Tahun 2026.

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM — Upaya perlindungan anak dan pencegahan kekerasan terhadap anak terus menjadi perhatian bersama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dalam rangka memperkuat edukasi dan kesadaran masyarakat, Densus 88 berkolaborasi dengan DP3ACSKB Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi narasumber dalam kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak yang digelar di ruang rapat Inspektorat Kota Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur pemerintah, tokoh masyarakat, Duta Cegah Anak, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap masa depan generasi muda di Bangka Belitung.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinergi yang kuat dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Bacaan Lainnya

 

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maryam, S.H., M.H., menegaskan bahwa persoalan anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

 

“Acara ini sangat penting untuk kita memperjuangkan hak-hak anak kita. Kita harus peduli dengan generasi penerus, terutama anak-anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Persoalan anak di Bangka Belitung menjadi tantangan kita bersama untuk menjaga generasi masa depan ini,” ujarnya.

 

Maryam juga mengingatkan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.

 

“Orang tua jangan acuh dengan situasi sekarang. Keluarga adalah pendidikan utama untuk anak. Dari keluarga lahir karakter, kasih sayang, dan perlindungan yang akan menentukan masa depan mereka,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB Kota Pangkalpinang, Dr. Erwandi, menyoroti fenomena kekerasan terhadap anak yang dinilai masih banyak terjadi namun belum seluruhnya terungkap ke publik.

 

“Fenomena kekerasan terhadap anak adalah fenomena gunung es. Banyak kasus yang belum terlihat atau belum terungkap. Karena itu, diharapkan pertemuan ini menjadi atensi bersama agar kita semakin peduli dan aktif menjaga anak-anak dari perilaku kekerasan,” katanya.

 

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergerak dan mengambil peran dalam menjaga generasi muda.

 

“Hidup ini seperti naik sepeda, jadi kita harus tetap bergerak. Mari kita jaga anak-anak kita karena mereka adalah generasi penerus. Jaga Bumi Serumpun Sebalai agar tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ipda Hariyadi, S.H., mewakili Kasatgaswil Kep. Babel Densus 88 AT Polri, menyampaikan bahwa Fenomena sekarang adalah anak yang terpapar ideologi ekstrem, oleh karena itu kolaborasi lintas sektor sangat penting dilakukan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia, khususnya di Bangka Belitung.

 

Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.

 

“Semua pihak harus hadir dan mengambil peran agar anak-anak mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan lingkungan yang sehat untuk tumbuh berkembang,” tegasnya.

 

Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk kekerasan.

 

Melalui sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa di masa depan. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *