Bongkar Polemik Tambang Pemali, Himmah Olvia: “Ada Dusta di Antara Kita!”

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Ruang audiensi DPRD Bangka Belitung mendadak panas. Anggota DPRD Babel dari Fraksi Gerindra, Himmah Olvia, tak lagi bisa menahan diri. Di hadapan Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan masyarakat Desa Pemali yang hadir pada Kamis (21/5), ia membuka “borok” fakta lapangan terkait karut-marut aktivitas pertambangan di Desa Pemali.

 

Dengan nada bicara yang berapi-api dan menggunakan dialek lokal, Himmah membedah fenomena yang ia sebut sebagai ketimpangan nasib warga kecil melawan raksasa perusahaan.

 

Bacaan Lainnya

Himmah dengan lantang menuding adanya ketidakjujuran informasi yang disampaikan pihak terkait. Ia mencium aroma ketidakadilan saat membandingkan nasib warga lokal dengan operasional perusahaan yang diduga berlindung di balik payung hukum.

 

“Izin Bapak, ini kok saya melihat ada dua informasi yang berbeda. Ada dusta di antara kita! Karena kalau dari Pemali itu ada zonanya, kata bapak alu pihau (tidak ada). Kami tahu kawan kami, kami besar di situ, rumahku di Pemali,” tegas Himmah dengan nada bicara yang tegas.

 

Himmah secara khusus menyoroti peran perusahaan yang dinilainya abai terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Ia mendesak PT Timah untuk lebih bijak dan mengedepankan hak rakyat di atas kepentingan perusahaan.

 

“Bapak jangan melindungi TMR, Pak. Boleh dicek, apakah dia punya fasilitas seperti Pondi? Tidak! Bapak harus bijak. PT Timah harus bijak, tolong rakyat kecil ini dulu,” serunya.

 

Ia pun menyinggung betapa sulitnya kehidupan petani sawit saat ini, di mana harga jual yang rendah kian mencekik leher masyarakat. Menurutnya, regulasi seharusnya menjadi pelindung bagi rakyat, bukan menjadi alat untuk mematikan periuk nasi warga.

 

Himmah meminta rekan-rekan di Komisi III DPRD Babel untuk tidak sekadar duduk manis. Ia mendesak adanya inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi tambang untuk memastikan fakta di lapangan. Ia menyoroti dugaan intimidasi yang terjadi di lokasi yang diklaim dikawal oleh aparat.

 

“Saya minta kawan-kawan Komisi III kita sama-sama bantu masyarakat Pemali. Cek benar nggak mereka punya alat? Dikawal tentara, Pak! Masyarakat datang ke sini karena mereka terdesak, karena mereka butuh makan,” ungkapnya.

 

Di akhir pernyataannya, Himmah menaruh harapan besar kepada Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, agar mampu menjadi “juru selamat” bagi warga Pemali.

 

Ia berharap ketegasan ketua dewan bisa membawa angin segar bagi penyelesaian konflik ini.

 

“Jadi, Pak Ketua ini, aku rasa mudah-mudahan diijabah Allah, kita kirim beliau ke pusat. Masyarakat Desa Pemali, Pak Ketua, begitu ada surat langsung Pak Ketua respon. Semoga Pak Ketua dikasih amanah yang bisa membereskan ini,” tutup Himmah.

 

Pertemuan ini menjadi penanda bahwa masyarakat Desa Pemali tidak sendirian. Kini, mata publik tertuju pada langkah konkret DPRD Babel untuk mengurai “benang kusut” yang mengancam mata pencaharian warga desa tersebut. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *