PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Kepulauan Bangka Belitung siap menghentak roda ekonomi daerah melalui gelaran Forum Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (15/05/2026) di Ballroom Santika Hotel ini dipastikan tidak sekadar menjadi ajang kumpul-kumpul, melainkan panggung nyata bagi kebangkitan produk lokal.
Ketua Umum BPD HIPMI Babel, Harry Arsani, menegaskan bahwa perkara utama yang diusung dalam FORBISDA kali ini adalah langkah konkret, bukan sekadar seremonial.
“FORBISDA 2026 menjadi wadah strategis untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung. Kami ingin menghadirkan semangat baru, kolaborasi baru, dan peluang baru bagi generasi pengusaha daerah,” tegas Harry.
Guna menghidupkan ekosistem bisnis, FORBISDA 2026 akan memeriahkan suasana dengan pameran produk hasil bumi dan kerajinan Bangka Belitung. Sebanyak 13 pelaku UMKM terpilih, termasuk produk Gula Kelapa AYCO, dipastikan hadir memamerkan kualitas terbaiknya.
Ketua Steering Committee (SC), Jeffry Shahab, menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM ini merupakan komitmen HIPMI dalam memberikan ruang eksposur bagi produk-produk potensial Babel.
“Terdapat 13 produk yang akan tampil dalam kegiatan HIPMI Babel tersebut. Ini adalah bukti bahwa pengusaha lokal memiliki daya saing tinggi,” ujar Jeffry.
Berikut adalah daftar pelaku usaha yang akan mengisi booth pameran dalam rangkaian FORBISDA:
• Umood Coffee – Kopi Gerobakan (Lina HIPMI)
• Imunade – Minuman Nipis (Lina HIPMI)
• Kopi Kilat – Minuman Kopi (Bisma HIPMI)
• Bayu Akar Bahar – Kerajinan Akar Bahar (Afan HIPMI)
• Shinta Cual – Kain Cual (DKUKM)
• Eva Desnanti – Kerajinan Lidi Nipah (DKUKM)
• Surya – Batu Cincin (DKUKM)
• Usnadi – Kerajinan Akar Bahar (DKUKM)
• Yuniarti – Kk Yuni Ampiang (DKUKM)
• Nurdin – Sirup Jeruk Kunci Mang Din (DKUKM)
• Dina – Empek Udang Dina (DKUKM)
• Asri – Rusip Asri (DKUKM)
• Gula Kelapa AYCO
Lebih lanjut, forum ini diproyeksikan menjadi “kawah candradimuka” bagi lahirnya gagasan progresif terkait investasi dan sinergi antar pengusaha di Negeri Serumpun Sebalai. Melalui FORBISDA, HIPMI Babel berupaya memastikan bahwa pengusaha muda bukan hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam pembangunan ekonomi provinsi.
Bagi para stakeholder dan pelaku usaha, momentum ini menjadi titik balik untuk memperluas jejaring (networking) serta membedah peluang bisnis di tengah tantangan ekonomi global saat ini. (Yuko)












