Aroma Keretakan Pemkot Pangkalpinang: De Javu Nasib Wakil Walikota dan Dominasi “Panggung” Baru

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM — Gelagat disharmonisasi dan gesekan internal di tubuh Pemerintahan Kota (Pemkot) Pangkalpinang kian hari kian benderang ke permukaan. Publik kini mulai disuguhkan pemandangan politik yang dinilai mirip dengan era kepemimpinan sebelumnya. Kepemimpinan Walikota Pangkalpinang, Profesor Udin, diduga kuat mulai mengadopsi pola rival politiknya terdahulu, Maulan Aklil, yang memosisikan wakil walikota tak lebih dari sekadar simbol dan pajangan kantor.

 

​Pantauan awak media di lapangan mengindikasikan adanya indikator kuat bahwa Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna (yang akrab disapa Cece Desi), mulai mengalami pembatasan ruang gerak secara fungsional.

​Secara kasat mata, Cece Desi memang kerap terlihat hadir mendampingi Profesor Udin dalam berbagai kegiatan protokoler. Namun, kehadiran tersebut disinyalir hanya demi menjaga citra visual seolah-olah terjadi keserasian dan keharmonisan di pucuk pimpinan Pemkot Pangkalpinang.

Bacaan Lainnya

 

​Di balik senyum formalitas tersebut, posisi Cece Desi sebagai Wakil Walikota diduga kuat telah dikebiri menjadi “boneka politik” yang kehilangan hak suara, hak bicara, dan hak eksekusi kebijakan. Ia hanya ditempatkan sebagai pendamping pelengkap bagi sang Walikota yang bergelar Profesor tersebut.

 

​Kesenjangan sosial dan politik semakin mencolok ketika awak media mencermati intensitas agenda yang dirilis oleh bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) serta Dinas Kominfo Kota Pangkalpinang. Ruang publik justru lebih banyak diberikan kepada Susanti, istri dari Profesor Udin, yang menjabat sebagai Bunda PAUD dan Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang.

 

Kehadiran Susanti dinilai jauh lebih dominan dalam berbagai agenda resmi Pemkot, yang memicu spekulasi bahwa ia sengaja diberi panggung luas untuk mempromosikan diri.

 

Publik pun mulai bertanya-tanya, apakah Profesor Udin sedang mereplikasi jejak rivalnya terdahulu demi memuluskan jalan bagi sang istri untuk menduduki kursi DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada kontestasi mendatang?

 

​Anomali pembagian tugas ini terlihat gamblang pada agenda Pemkot Pangkalpinang pagi ini. Bertempat di Ruang Pertemuan Tudang Sajai (Betason) Kantor Walikota, Susanti selaku Ibu PAUD dan PKK tampak hadir dan membuka langsung kegiatan reuni serta perpisahan sekolah.
​Sebaliknya, pada kegiatan yang berskala makro dan menyangkut umat seperti Wisuda TPA yang digelar di Hotel Bangka City kemarin Walikota maupun Wakil Walikota justru kompak absen. Kegiatan sakral tersebut justru didelegasikan kepada Asisten Setda yang juga merangkap Plt. Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kota Pangkalpinang.


​Dinamika ini memicu pertanyaan besar di kalangan pengamat dan masyarakat Pangkalpinang: Apakah nasib Dessy Ayutrisna (Cece Desi) akan berakhir tragis seperti mantan Wakil Walikota terdahulu, Muhammad Sopian?

 

​Sebagai catatan, pada periode lalu, Muhammad Sopian harus menerima kenyataan politik terisolasi menjadi simbol administratif tanpa diberikan panggung strategis hingga masa jabatannya berakhir. Jika pola pengucilan ini terus berlanjut, maka jargon tata kelola pemerintahan yang harmonis di Kota Pangkalpinang tak lebih dari sekadar utopia di atas kertas.

 

​Sampai berita ini diturunkan, awak media masih berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak Humas Pemkot Pangkalpinang terkait bergesernya poros panggung kegiatan dari Wakil Walikota ke pihak keluarga Walikota. (TimPak)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *