BANGKA, PERKARANEWS.COM — Sebuah pemandangan fenomenal yang mengusik hati dan memicu keprihatinan mendalam tersaji tepat di pintu gerbang masuk Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka. Sebagai wilayah yang menjadi cerminan utama ibu kota kabupaten, kawasan ini justru memamerkan potret kelalaian fasilitas publik dan pengabaian simbol negara.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (23/5), Tugu Tudung Saji yang menjadi ikon selamat datang tampak dalam kondisi memprihatinkan. Papan nama bertuliskan Bank Sumsel Babel dan “Bangka Setara” terlihat berkarat, kusam, dan beberapa hurufnya mengalami kerusakan fisik. Alih-alih memberikan impresi kota yang tertata, tugu tersebut justru memberikan kesan kumuh bagi siapapun yang melintasi jalur tersebut.
Kondisi yang jauh lebih ironis terlihat jelas di area Gedung Juang Kota Sungailiat. Bendera Merah Putih yang merupakan lambang kehormatan negara ditemukan berkibar dalam keadaan kusam, lusuh, dan robek.
Padahal secara historis, Gedung Juang didirikan untuk merepresentasikan semangat patriotisme serta perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan. Di era modernisasi saat ini, fakta di lapangan justru memperlihatkan kontradiksi yang tajam. Para penghuni atau pengelola gedung tersebut terkesan menutup mata dan tidak lagi peduli terhadap nilai-nilai estimasi perjuangan masa lalu.
Kelalaian ini memicu kritik keras karena lokasi tersebut saat ini juga difungsikan sebagai Pusat Informasi Pariwisata Kota Sungailiat. Bagaimana sektor pariwisata daerah dapat dipromosikan dengan baik jika gerbang masuk dan representasi utamanya dibiarkan terbengkalai tanpa perawatan?
Pemandangan yang tidak elok ini dinilai merusak estetika kota sekaligus mencederai rasa nasionalisme masyarakat Bangka Belitung, khususnya warga Sungailiat. Muncul pertanyaan besar di tengah publik, apakah para pemangku kebijakan dan penghuni gedung tidak memahami regulasi serta makna tersirat dari kehormatan bendera merah putih?
Sikap abai ini seolah menegaskan bahwa Gedung Juang kini hanyalah sebuah semboyan monumental tanpa esensi, akibat kelalaian oknum-oknum di dalamnya yang tidak menghargai jasa para pejuang.
Terkait perkara ini, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka secara terbuka mempertanyakan alasan di balik pembiaran atribut negara yang rusak tersebut tetap dikibarkan di area publik yang strategis.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada verifikasi resmi atau klarifikasi dari pihak-pihak terkait mengenai pembiaran Bendera Merah Putih yang kusam dan Tugu Tudung Saji yang rusak tersebut. Melalui sorotan tajam ini, tim SMSI Bangka mendesak Pemerintah Kabupaten Bangka untuk segera mengambil tindakan nyata dan memberikan perhatian khusus guna membenahi wajah visual pintu gerbang Kota Sungailiat. (Yuko)












