Teka-teki Pelantikan OPD Pangkalpinang: Adu Skill, Hasil Ujikom, atau Sekadar Titipan?

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Gedung Tudung Saji mendadak riuh. Kabar burung mengenai pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang yang dijadwalkan berlangsung besok, Rabu (13/5), menjadi buah bibir. Pertanyaan besar menyeruak di tengah publik: apakah barisan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru nanti dipilih berdasarkan prestasi murni, atau justru hasil “bisik-bisik” di balik meja?

 

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Pangkalpinang, Fahrizal, ST., MM., saat dikonfirmasi pada Selasa (12/5), tidak menampik bahwa proses administrasi telah rampung.

 

Bacaan Lainnya

“Tinggal persiapan pelantikan, karena semuanya proses izin dari Mendagri, Menpan, dan BKN sudah ada,” ujar Fahrizal saat ditemui di sela-sela aktivitasnya.

 

Meski nama-nama calon pejabat telah mengantongi izin dari pusat, Fahrizal menegaskan bahwa penentuan akhir siapa yang akan menduduki kursi panas tersebut tetap menjadi hak prerogatif pimpinan. Ia menyebut bahwa dasar penempatan ini mengacu pada Hasil Uji Kompetensi (Ujikom).

 

 

Fenomena menarik dalam seleksi jabatan kali ini adalah posisi peringkat. Meski hasil ujikom telah keluar, muncul spekulasi bahwa kandidat dengan skor tertinggi (Nomor 1) belum tentu otomatis dilantik.

 

“Berarti belum tentu nomor 1 atau nomor 2, bisa saja nomor 3 yang duduk,” celetuk salah satu sumber di lapangan. Hal ini memicu polemik: Apakah lelang jabatan ini hanya sekadar formalitas untuk melegalkan “titipan” tim sukses, atau benar-benar mencari sosok yang mumpuni secara teknis?

Fahrizal kembali menegaskan bahwa keputusan final ada pada Walikota Pangkalpinang, Prof. Udin. Sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di daerah, Walikota memiliki pertimbangan subjektif dan objektif dalam meramu kabinetnya.

 

Di sisi lain, masyarakat kini menyoroti pernyataan kontroversial Prof. Udin yang sebelumnya meminta ASN di lingkungan Pemkot Pangkalpinang untuk “berpikir dengan cara orang Yahudi” dalam bekerja. Gaya berpikir ini identik dengan kedisiplinan tinggi, kecerdikan, dan orientasi pada hasil yang maksimal.

 

Publik kini menanti, apakah kepala OPD yang akan dilantik besok sanggup mengimplementasikan filosofi tersebut untuk. Di tengah keterbatasan anggaran daerah yang mencekik. Memangkas birokrasi yang lamban menjadi lebih taktis. Keluar dari zona nyaman demi pembangunan Pangkalpinang yang lebih baik.

 

 

Masyarakat Pangkalpinang menaruh harapan besar. Bukan rahasia umum bahwa dalam setiap rotasi jabatan, isu “nilai tawar dan nilai jual” sering membayangi. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang menantang, Pangkalpinang tidak butuh sekadar “balas jasa” politik.

 

Apakah besok Rabu,(12/5) kita akan melihat wajah-wajah baru yang penuh prestasi, atau justru hanya wajah lama dengan koneksi orang dalam? Semuanya akan terjawab saat sumpah jabatan diucapkan besok. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar

  1. Aftdr exploring a feww oof the articlkes onn your website, I really apprecciate yyour way of blogging.
    I bookmarked itt to myy bookjark webpaye lost aand willl bee checkkng bawck soon. Take
    a loook att myy wweb ste ass wedll aand lett mee knoow what you think.

  2. Backbiome is an advanced daily wellness supplement formulated to help support spinal comfort, reduce feelings of built-up tension, and promote freer, smoother movement throughout backbiome everyday life.