BANGKA BARAT, PERKARANEWS.COM – Suasana tenang di perairan Laut Enjel, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat mendadak mencekam pada Kamis (4/6/2026). Bak adegan dalam film laga, seorang oknum anggota Kodim 0431/Bangka Barat berinisial “P” diduga melakukan aksi “koboi” dengan meletuskan senjata api (senpi) jenis FN ke udara.
Insiden mengejutkan ini sontak memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga dan nelayan setempat yang berada di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, ketegangan bermula dari adanya aktivitas penambangan yang diduga dilakukan oleh oknum “P” di kawasan Laut Enjel. Kegiatan penambangan tersebut mendapat penolakan keras dari warga dan nelayan setempat yang merasa ruang tangkap mereka terganggu.
Nahas, alih-alih terjadi ruang dialog, situasi justru memanas saat warga mendatangi lokasi. Oknum “P” diduga naik pitam dan langsung mengeluarkan senjata api.
“Anggota nama P ini nambang di Laut Enjel, sedangkan warga dan nelayan di sini tidak setuju dengan adanya tambang. Merasa didatangi oleh nelayan dan warga, P ini merasa berang (marah), makanya mengeluarkan senpi dan menembak ke atas langit,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan demi faktor keselamatan.
Mendengar suara letusan yang menggelegar, nyali warga dan nelayan langsung menciut. Mereka memilih mundur demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Sekali bunyi letupan tersebut kami mundur lah karena takut. Takutnya kesetanan, bisa-bisa nanti peluru nyasar dan kami yang jadi korban,” lanjut sumber tersebut sembari berharap ada tindakan tegas dan proses hukum dari pihak Kodim terhadap oknum “P”.
Bukan kali ini saja nama “P” mencuat ke publik. Dari hasil penelusuran rekam jejak digital dan informasi dari berbagai sumber, oknum “P” diketahui merupakan anggota aktif Kodim 0431/Bangka Barat. Ia tercatat pernah berdinas di satuan Provost Kodim dan sebelumnya sempat bertugas di lingkungan Kodam.
Tak hanya itu, keterlibatan “P” dalam dunia pertambangan di perairan Mentok diduga sudah berlangsung lama. Pada tahun lalu, oknum ini juga disinyalir ikut mengondisikan puluhan ponton isap produksi (PIP) di wilayah Tembelok, Keranggan, hingga Teluk Inggris.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya melakukan verifikasi lanjutan dan menghubungi pihak-pihak terdekat oknum “P”, baik dari pihak keluarga maupun rekan sejawatnya di bidang pertambangan, guna mendapatkan keberimbangan informasi.
Redaksi juga tengah melayangkan surat konfirmasi resmi kepada Dandim 0431/Bangka Barat dan Danrem 045/Garuda Jaya (Gaya). Langkah ini diambil untuk meminta kejelasan serta mendesak agar pihak berwenang memberikan sanksi tegas serta proses hukum yang setara, mengingat tindakan arogansi menggunakan senjata api telah menimbulkan keresahan dan trauma psikologis di tengah masyarakat. (TIMPAK)












