Suhu Musprov III SMSI Babel Memanas: 21 Pemilik Suara Sah Tolak Aklamasi, Tuntut Tegakkan AD/ART

PANGKALPINANG, PERKARA-NEWS.COM – Atmosfer menjelang Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-III Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka Belitung (Babel) kian bergolak. Alih-alih berjalan mulus lewat skenario aklamasi, suksesi kepemimpinan organisasi perusahaan pers terbesar di Babel ini dipastikan bakal berlangsung ketat dan sarat dinamika.

 

Informasi yang dihimpun tim redaksi, sebanyak 21 pemilik suara sah secara terang-terangan menyatakan tidak sepakat jika Musprov III SMSI Babel diarahkan pada jalur pemilihan tunggal atau aklamasi. Mereka menuntut agar seluruh proses penjaringan hingga pemilihan nakhoda baru berjalan tegak lurus sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

 

Bacaan Lainnya

Gelombang penolakan aklamasi ini mulai pecah dan mengemuka dalam rapat pemantapan terakhir panitia Musprov ke-3 SMSI Babel yang digelar di salah satu tempat pertemuan di Kota Pangkalpinang, Jumat malam (5/6/2026). Rapat yang mengagendakan pembahasan detail terkait tata tertib (tatib) dan mekanisme persidangan itu mendadak dihujani interupsi dan masukan kritis dari peserta.

 

Diketahui, poros 21 pemilik suara sah yang menolak kompromi jalan pintas ini merupakan gabungan kekuatan yang solid. Mereka terdiri dari para pemilik media siber (anggota resmi SMSI), tiga unsur Dewan Penasihat, serta representasi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SMSI se-Provinsi Bangka Belitung.

 

Ketua Pelaksana Musprov III SMSI Babel, Herman Saleh, saat dikonfirmasi usai rapat tidak menampik adanya riak-riak politik organisasi yang kian menghangat tersebut. Menurutnya, peta konstelasi pencalonan Ketua SMSI Babel periode 2026–2031 saat ini masih sangat dinamis dan belum bisa dipastikan mengarah pada satu nama tunggal.

 

“Dari beberapa informasi dan dinamika yang berkembang terkait pencalonan, belum bisa dipastikan akan ada aklamasi. Karena ada poin-poin krusial dari 21 pemilik suara sah yang meminta dengan tegas agar kegiatan ini tetap berjalan sesuai aturan AD/ART yang berlaku di SMSI,” ungkap Herman Saleh kepada awak media.

 

Kendati situasi internal mulai memanas, Herman memastikan bahwa dari sisi teknis panitia, persiapan pelaksanaan Musprov sudah mencapai 90 persen. Sesuai dengan syarat formil organisasi, pelaksanaan musyawarah tingkat provinsi wajib dihadiri dan dibuka oleh perwakilan pengurus pusat.

 

“Kami pastikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) SMSI Pusat akan hadir langsung di Kota Pangkalpinang pada Sabtu sore. Kehadiran fisik dari pengurus pusat ini adalah syarat mutlak keabsahan Musprov,” jelas Herman.

 

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa mengenai draf tata tertib sudah rampung disiapkan. Nantinya, setelah seremonial pembukaan Musprov selesai dilakukan, agenda pertama yang krusial adalah pemilihan pimpinan sidang definitif oleh forum untuk memimpin jalannya kontestasi.

 

Menyikapi potensi gejolak dan tingginya tensi politik menjelang hari pencoblosan pada tanggal 7 Juni nanti, Herman Saleh berharap seluruh kader dan pemilik media bisa menyikapinya dengan kepala dingin. Ia menegaskan, panitia posisi netral dan akan mengembalikan seluruh keputusan tertinggi kepada forum pemilik suara.

 

“Bagaimanapun gejolak yang terjadi di arena nanti, saya berharap Musprov tetap berjalan aman, tertib, dan lancar. Walaupun ada berbagai macam permohonan atau manuver dari anggota dan pemilik suara sah, pada akhirnya semua akan dikembalikan kepada hasil keputusan rapat pemilik suara yang sah,” tegasnya.

 

Ia juga melayangkan pesan terbuka dan mengingatkan agar seluruh pemilik media siber atau pemimpin redaksi yang terdaftar resmi sebagai pengurus dan anggota SMSI Bangka Belitung untuk hadir tepat waktu sesuai undangan yang telah didistribusikan.

 

Herman Saleh menekankan, momentum Musprov III ini harus menjadi batu loncatan agar SMSI Babel bertransformasi menjadi organisasi yang lebih maju, berkembang, modern, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi di Negeri Serumpun Sebalai.

 

Oleh karena itu, ia berharap figur yang lahir dari rahim Musprov III tanggal 7 Juni nanti adalah sosok pemimpin yang benar-benar memiliki visi, misi, dan program kerja yang konkret, bukan sekadar figur yang haus akan legitimasi kekuasaan.

 

“Ketua terpilih nanti harus menjadi cerminan organisasi. Bukan orang yang hanya sekadar ingin mengejar jabatan atau titel ketua, tetapi orang yang benar-benar paham industri media, mengerti regulasi, dan mampu membawa SMSI Babel bergerak modern mengikuti pesatnya perkembangan dunia media daring (online) saat ini,” tandasnya.

 

Mengingat SMSI merupakan konstituen resmi Dewan Pers, Herman mengingatkan bahwa tanggung jawab besar kini berada di pundak para pemilik suara untuk memilih pemimpin yang berintegritas.

 

“Ini tanggung jawab moral kita bersama. Kita harus melahirkan kepengurusan yang mampu menjaga marwah organisasi, agar SMSI di Bangka Belitung menjadi lembaga yang bermartabat, memiliki harga diri, berkompeten, serta tetap menjaga independensi dan netralitasnya dalam mengawal setiap persoalan publik melalui produk jurnalistik,” pungkas Herman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar