BANGKA, PERKARANEWS.COM — Arena bergengsi Sungailiat Triathlon 2026 menjadi saksi bisu ketangguhan Radith Adhan Putera. Turun untuk pertama kalinya di Kelas Duathlon 27 KM, remaja tangguh berusia 14 tahun yang akrab disapa Kribo ini langsung sukses membungkam dominasi rival-rivalnya dan merebut podium pertama dalam ajang yang digelar di Kabupaten Bangka tersebut.
Radith, yang merupakan putra kandung dari Bendahara Matahari Pagi Indonesia (MPI) Babel, Ali Sandra, membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk mendominasi kompetisi kelas berat.
Keberhasilan menyabet emas di Sungailiat Triathlon 2026 ini bukanlah aksi panggung pertama bagi siswa SMPN 3 Pangkalpinang tersebut. Berdasarkan catatan rekam jejak prestasinya, Sang Kribo memang dikenal kerap “merajai” berbagai kompetisi atletik di Bumi Serumpun Sebalai.
Menelisik sepak terjangnya pada tahun lalu, Radith tercatat sukses menggondol piala dalam ajang Bangka Tengah Fun Run 5 K 2025 yang digelar pada Jumat (19/12/2025) silam.
Tak hanya itu, aksi impresif Radith juga terbukti saat dirinya berhasil naik podium utama dalam ajang UBB Run 5 K 2025. Rentetan kemenangan ini memperpanjang daftar hitam kekalahan para pesaingnya di jalur lintasan lari.
Meskipun memiliki catatan prestasi yang mentereng di usianya yang baru menginjak remaja, Radith dikenal sebagai sosok yang tetap membumi. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh sang ayah, Ali Sandra.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas semua prestasi yang didapatkan Radith. Kami bangga,” ujar Ali Sandra saat dikonfirmasi oleh awak media.
Ali mengungkapkan bahwa di luar lintasan balap, remaja kelahiran Pangkalpinang, 11 November 2011 ini tidak pernah tinggi hati. Radith dikenal sebagai anak yang pandai bersyukur dan taat beribadah.
Di balik ketangguhan fisik Radith di lapangan, ada peran besar dari sang ibu, Agustini, yang setia mengawal dan mendoakan langsung di area pertandingan. Bahkan saat berlaga di Bangka Tengah, Agustini hadir langsung di garis depan untuk memberikan dukungan moril.
Selain faktor keluarga, Ali Sandra juga menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari polesan tangan dingin sang pelatih serta dukungan dari pihak-pihak terkait.
“Tak lupa kami ucapkan terima kasih juga atas peran sang pelatih, Pak Memet (Guru Olahraga SDN 61 Pangkalpinang), serta kepada Ipda Riki Abprizon, SH., dan Bang Jepri yang turut mengawal dan mendukung anak kami hingga mencapai titik ini,” tutup Ali. (Yuko)












