Sidang Perkara Jiwasraya Berlanjut, Ahli Paparkan Aspek Pengawasan dan Regulasi

JAKARTA, PERKARANEWS.COM – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat kembali menggelar sidang perkara dugaan korupsi dalam penerbitan produk saving plan PT Asuransi Jiwasraya dengan terdakwa Isa Rachmatarwata, mantan Kepala Biro Asuransi Bapepam-LK periode 2006–2012. Sidang berlangsung di Ruang Wiryono Projodikoro 1, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Sunoto, SH., MH.

 

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua ahli yakni Irvan Rahardjo, SE.MM.ANZIIF (ahli perasuransian) dan Dr. Ahmad Redi (ahli hukum administrasi negara). Terdakwa Isa hadir didampingi tim kuasa hukum dari HWMA Law Firm yang diketuai oleh Dr. Kukuh Komandoko Hadiwidjojo, SH., M.Kn.

 

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, ahli perasuransian Irvan Rahardjo menjelaskan bahwa kondisi Jiwasraya ketika produk saving plan dipasarkan sudah tidak sehat. Ia juga menilai struktur produk saving plan menyebabkan ketidakseimbangan arus kas.

 

“Rasio RBC Jiwasraya saat itu sudah jauh di bawah standar. Dengan kondisi minus 25 persen, perusahaan sebenarnya berada dalam posisi sangat kritis,” ujar Irvan.

 

Irvan turut menyinggung peran regulator setelah 2012. Selama enam tahun setelah pengawasan beralih ke OJK, tidak ada pelarangan penjualan produk ini. Padahal produk baru atau perubahannya wajib mendapat persetujuan regulator.

 

Ahli hukum administrasi negara Dr. Ahmad Redi menegaskan bahwa tindakan pejabat harus dinilai berdasarkan legalitas kewenangan.

 

“Sebelum masuk pada ranah pidana, kita wajib memastikan dulu apakah terdapat pelanggaran administrasi. Itu prinsip dasar dalam hukum administrasi negara,” ujar Ahmad.

 

Ahli Ahmad juga menjelaskan tentang kewenangan diskresi. Ia menambahkan bahwa kewajiban pelaporan produk asuransi ke regulator merupakan bagian penting dari pengawasan negara.

 

“Diskresi hanya boleh dilakukan dalam keadaan tertentu—misalnya kekosongan hukum atau keadaan mendesak—dan harus berbasis bukti. Tidak boleh bertentangan dengan regulasi yang sudah ada, juga Setiap produk baru harus dilaporkan lengkap, bukan formalitas. Ini instrumen pengawasan agar risiko dapat dipetakan sejak awal,” jelasnya.

 

Tim kuasa hukum terdakwa menekankan bahwa Isa menjalankan kewenangannya sesuai prosedur dan tidak memiliki otoritas untuk menilai solvabilitas perusahaan pemohon.

 

“Kondisi keuangan perusahaan, termasuk apakah solvable atau insolvent, bukan kewenangan pejabat pemberi izin produk. Itu tanggung jawab otoritas pengawas,” ujar dalam sidang.

 

Kukuh juga menegaskan bahwa dokumen yang diajukan Jiwasraya pada saat pengurusan izin merupakan dokumen resmi yang menjadi dasar pemerintah memproses permohonan.

 

“Terdakwa tidak bisa dianggap bersalah hanya karena perusahaan menyampaikan data yang belakangan hari ternyata tidak menggambarkan kondisi faktual. Persetujuan yang diterbitkan pun diterbitkan berdasarkan berkas formal yang diserahkan,” jelasnya.

 

Pertemuan dengan direksi Jiwasraya itu bagian dari proses teknis biasa. Tidak ada keputusan yang diambil secara personal atau di luar sistem. Semua berbasis dokumen, dan sifatnya administratif.

 

Kukuh menambahkan bahwa keberlanjutan pemasaran produk tersebut setelah 2012 harus menjadi bagian dari pertimbangan.

 

“Jika produk ini dianggap bermasalah, regulator setelah 2012 memiliki kewenangan penuh untuk menghentikannya. Faktanya tidak dilakukan. Ini menunjukkan persoalan jauh lebih kompleks dan tidak bisa dibebankan kepada satu pejabat saja,” ujarnya.

 

Dalam sidang terdahulu, Jaksa menyebut di dakwaannya Isa Rachmatarwata diduga menyetujui pemasaran sejumlah produk saving plan Jiwasraya pada 2012 Bukopin Saving Plan, Provest Saving Plan, dan JS Proteksi Plan meski kondisi keuangan perusahaan disebut tengah insolven, terdakwa juga melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo UU 20/2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Jaksa menilai persetujuan tersebut bertentangan dengan Pasal 6 Keputusan Menteri Keuangan 422/KMK.06/2003, yang melarang perusahaan asuransi memasarkan produk baru ketika tidak mampu memenuhi tingkat solvabilitas.

 

Perbuatan Isa disebut berkontribusi pada timbulnya kerugian negara Rp 90 miliar sebagaimana Laporan Audit Keuangan Negara tertanggal 22 Juli 2025. Nilai tersebut terdiri dari tiga transaksi reasuransi yang terjadi pada 2010–2013. (AR)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

59 Komentar

  1. Wenn Sie jedoch neue Casinos bevorzugen und diese angezeigt bekommen möchten,
    können Sie diese über die Registerkarte „Neu
    eröffnet” aufrufen und erhalten so die top-aktuellen Optionen für deutsche Spieler. Dank der deutschen Lizenz- und Regulierungsbehörden akzeptieren heute viele Online Casinos Spieler aus Deutschland. Diese neuen Regelungen haben auch neue Beschäftigungsmöglichkeiten für die Bürger des Landes geschaffen, die nun legal in der deutschen Internet-Wett- und Casinobranche arbeiten können. Dies hatte zur Folge, dass dem deutschen Fiskus und der Volkswirtschaft im Allgemeinen enorme Steuerbeträge entgingen und deutsche Spieler dem Risiko von Betrug durch übervorteilende und rücksichtslose Online Casinos ausgesetzt waren. Dieser Umstand zwang viele deutsche Spielerinnen und Spieler, ausländische Betreiber oder nicht lizenzierte inländische Webseiten zum Spielen zu verwenden. Das macht mir persönlich in deutschen Online Casinos am meisten Spaß.
    Diesen Casinos kann man zwar kein betrügerisches Handeln vorwerfen, dennoch sind sie für deutsche Spieler illegal. Seriöse Online Casinos für den Test zu finden, war viel schwieriger. Wir testen nur legale Online Casinos für deutsche Spieler mit gültiger Lizenz.
    Löwen Play ist ein besonders bekannter Glücksspielanbieter, der seine Spiele unter einer offiziellen GGL-Lizenz anbietet. Der Willkommensbonus fällt laut Merkur Erfahrungen zwar eher niedrig aus, bietet aber faire Bedingungen für neue Spieler. Nur auf diesen Seiten können Sie als Spieler vollkommen legal spielen und sich gleichzeitig auf strenge Schutzmaßnahmen gegen Betrug und Spielsucht verlassen. Derzeit dürfen nur Online-Casinos, die eine solche Lizenz besitzen, ihre Online-Glücksspiele legal in Deutschland anbieten. Die Top Online Casinos bieten eine Datenverschlüsselung und Sicherheitschecks, um die Sicherheit so gut wie nur möglich zu gewährleisten.

    References:
    https://online-spielhallen.de/beste-deutsche-online-casinos-experten-test/

  2. Android users, you can install it from the mobile browser (Chrome) of the
    site. SkyCrown Casino offers a Progressive Web App (PWA).
    All the deposits with these options are instant.
    You won’t find it on any official Australian operator list,
    but it’s not blocked either, so players can legally sign up
    and play at their own discretion. Skycrown wants Aussie players to feel
    like they’re part of something solid. Everything works straight
    away, and the vibe is clearly built for players, not just a flashy homepage.
    The welcome bonus is generous and split across five deposits, each with
    free spins and bonus cash. The website is optimized for both desktop and mobile users,
    ensuring seamless gaming. Sky Crown Casino stands out as a modern and player-friendly platform, offering a vast game selection, diverse payment options,
    and enticing promotions.
    The best online casinos in Australia feature thousands of pokies in addition to blackjack, poker, baccarat, roulette,
    craps, specialties, and classic card games. Top Aussie casinos often stand out because of welcome bonuses, reloads,
    free spins and cashback that extend playtime.
    Online casino bonuses shape your experience across Australian live dealer sites, especially those with perks more suited to live game wagering.
    Mafia Casino is a strong option for players seeking
    a live dealer casino that consistently introduces new games and innovative formats.

    References:
    https://blackcoin.co/welcome-to-phcasino-your-premier-destination-for-exciting-gaming-adventures-and-fantastic-cash-prizes/

  3. **mitolyn reviews**

    Mitolyn is a carefully developed, plant-based formula created to help support metabolic efficiency and encourage healthy, lasting weight management.