Turun Langsung! Cuma Pakai Baju Olahraga, Bupati Bangka Fery Insani Pimpin Aksi Bersih-Bersih Pasar Sungailiat

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Pasar Sungailiat pada Minggu pagi (17/5/2026). Tanpa protokoler ketat dan embel-embel jabatan, Bupati Bangka Fery Insani tampak santai mengenakan pakaian olahraga lengkap dengan topi, membaur bersama pasukan kebersihan untuk menyerbu tumpukan sampah.

 

Saat ditemui oleh tim Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bangka di sela-sela kegiatannya, Fery mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bagian dari rutinitas paginya yang dikombinasikan dengan kepedulian lingkungan.

 

Bacaan Lainnya

“Sebenarnya tadi jam 6 pagi habis ngopi, biasanya kita olahraga. Cuman ini (bersih-bersih) dapat olahraganya dapat, bersihnya juga dapat. Kita mulai dari jam setengah 6 pagi tadi,” ujar Fery Insani dengan gaya bicaranya yang lugas.

 

Tidak hanya soal sampah, Fery juga menyoroti penataan infrastruktur di sekitar pasar. Ia menjelaskan bahwa beberapa titik yang dulunya sempit kini mulai diperlebar dan dirapikan. Menariknya, pengerjaan ini tidak membebani APBD, melainkan menggunakan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

 

“Ini kan kita perbaiki. Dulu ini sempit, sekarang kita lebarkan. Tapi ini bukan pakai dana Pemkab ya, ini CSR dari Bank Sumsel Babel. Kita rapikan tugu-tugu yang sudah kusam warnanya, kita cat lagi supaya bagus,” jelasnya.

 

Ia berharap kedepannya perusahaan-perusahaan lain bisa ikut berkontribusi melalui skema serupa untuk mempercantik sudut kota sambil memasang iklan layanan masyarakat mereka.

 

Ketika ditanya mengenai visi pembangunan ke depan, Fery Insani membeberkan sejumlah proyek strategis yang sedang berjalan. Ia optimis wajah Kabupaten Bangka akan berubah drastis dalam waktu dekat.

 

“Mudah-mudahan dalam 2 tahun ini semuanya selesai,” tambahnya.

 

Isu sensitif mengenai sektor pertambangan yang disebut “abu-abu” di Kabupaten Bangka juga tak luput dari pembahasan. Menanggapi hal tersebut, Fery menegaskan bahwa kewenangan regulasi besar berada di tingkat pusat, namun pihaknya terus berupaya melakukan penertiban melalui koordinasi terkait Tambang Inkonvensional (TI) Apung.

 

Terkait status Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Bupati membawa kabar baik bagi para penambang lokal.

 

“Untuk WPR/IPR itu jalan, on progress. Cepat kok jalannya, tinggal menunggu saja. Sekarang sedang proses di pusat (langit aurus), mudah-mudahan segera selesai perpanjangan dan izinnya,” pungkas Fery. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *