Wakapolda Babel “Ngopi” di Kebun Atok Kulop: Pelayan Masyarakat Bukan Raja, Jangan Ada ‘Lip Service’

BANGKA, PERKARANEWS.COM – ​Suasana asri Kebun Atok Kulop di Desa Kemuja, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, mendadak ramai. Bukan sekadar silaturahmi biasa, lokasi ini menjadi saksi bisu keterbukaan institusi Polri melalui kegiatan “Jumat Curhat” yang dihadiri langsung oleh Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung, Brigjen. Pol. Murry Miranda, Jumat (17/04).

​Hadir sebagai tuan rumah, Ketua Pokdar Kamtibmas Bangka Belitung, Ahmadi Sopian (yang akrab disapa Atok Kulop), menegaskan bahwa sosok Wakapolda bukan orang asing bagi warga Kemuja. Istri sang Jenderal merupakan alumni Aikrabok Kemuja, yang memiliki ikatan kekeluargaan kuat dengan warga setempat.

​Dalam arahannya yang tegas namun humanis, Brigjen. Pol. Murry Miranda menekankan prinsip integritas internal sebelum menyentuh masyarakat. Ia mengingatkan seluruh personel di jajaran Polda Babel untuk tidak sekadar melakukan “lip service” atau bermanis mulut di depan publik.”Dimanapun saya bertugas, prinsip saya satu: perbaiki ke dalam dulu baru keluar. Sia-sia kita memperbaiki masyarakat kalau di dalam diri kita sendiri tidak baik. Saya tanamkan ke anggota, cintailah pekerjaanmu supaya kamu dicintai masyarakat,” tegas Wakapolda.

Bacaan Lainnya

​Ia juga menambahkan bahwa pengecekan ke Polres hingga Polsek jajaran sering dilakukan secara mendadak, baik malam maupun subuh, guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima.

​Wakapolda Babel secara gamblang mengajak masyarakat untuk mengubah paradigma lama. Menurutnya, anggota Polri adalah pelayan, bukan pihak yang minta dilayani.

​”Kita hilangkan stigma minta dilayani. Sekarang terbalik, kita yang harus melayani masyarakat kapanpun dan dimanapun. Masyarakat adalah raja, kami adalah pelayan,” ujarnya di hadapan warga Desa Kemuja, Zed, dan Petaling.

​Dalam sesi diskusi yang berlangsung santai, warga tidak segan-segan menyampaikan berbagai keresahan, di antaranya

• ​Maraknya kasus bullying (perundungan) di lingkungan sekolah.
• ​Kenakalan remaja dan ancaman peredaran narkoba.
• ​Masalah kecelakaan lalu lintas.
• ​Polemik di sektor pertambangan.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda menyatakan keterbukaannya terhadap kritik.

“Silakan kasih ‘sentilan’ kepada Kapolres atau Kapolsek, kami terima dengan hati lapang untuk perbaikan ke depan,” imbuhnya.



​Mengingat tensi sosial yang sering dikaitkan dengan gerakan aparat, Brigjen. Pol. Murry Miranda menegaskan bahwa kehadirannya murni untuk tugas negara dan pengabdian, tanpa ada muatan politis praktis.

“Saya datang ke sini tidak ada kepentingan politik, jangan sampai ada yang mengaitkan dengan 2029. Kami digaji oleh masyarakat, maka kami harus melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tutup jenderal bintang satu tersebut.

Acara ditutup dengan pemberian bantuan sosial secara simbolis dan ramah tamah bersama tokoh masyarakat desa setempat. Meski serius membahas perkara Kamtibmas, suasana tetap cair saat Wakapolda berseloroh meminta masyarakat untuk curhat apa saja, kecuali urusan mencari jodoh.(Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *