Kuota Sertifikat Halal Gratis 2026 di Babel Masih Melimpah, Baru Terserap 29 Persen!

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – ​ Komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan sertifikasi halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) melalui program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) 2026 terus bergulir. Namun, potret penyerapan kuota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terpantau masih sangat minim dibandingkan provinsi tetangga di wilayah Sumatera.

​Berdasarkan data terbaru per 19 April 2026, tercatat bahwa Bangka Belitung merupakan provinsi dengan tingkat penyerapan terendah dalam pantauan rilis Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Dari total kuota yang dialokasikan, ribuan celah masih terbuka lebar bagi para pelaku usaha lokal.

​Jika dibandingkan dengan provinsi lain di bawah koordinasi pemantauan wilayah tersebut, pergerakan UMKM di Bangka Belitung dalam mengurus sertifikasi halal tergolong lambat. Provinsi Bengkulu bahkan sudah hampir menyentuh garis finish dengan penyerapan mencapai 99%.

​Berikut adalah rincian data pantauan Sehati 2026.

​Hingga saat ini, kuota tersisa untuk Negeri Serumpun Sebalai masih berada di angka 3.385. Padahal, kepemilikan sertifikat halal menjadi instrumen vital bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional, terutama menjelang target wajib halal yang ditetapkan pemerintah.

​Rendahnya angka 29% ini menjadi alarm bagi para pendamping proses produk halal (PPH) dan pelaku usaha di seluruh kabupaten/kota se-Babel untuk lebih proaktif. “Sehati 2026 adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan. Masih ada 3.000 lebih kuota yang belum terpakai. Kami mengajak seluruh pelaku UMKM di Babel untuk segera mendaftarkan produknya sebelum kuota ini habis atau diambil oleh wilayah lain,” ungkap sumber terkait.

​Bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas, proses pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal resmi BPJPH. Jangan sampai produk lokal Babel kalah bersaing hanya karena persoalan administrasi kehalalan yang sebenarnya sudah difasilitasi secara gratis oleh negara.(Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar