Gubernur Babel Bagikan 437 Karung Beras di Selindung Lama, Hidayat Arsani: “Lihat Ketulusannya, Bukan Nilainya”

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, turun langsung ke lapangan guna memastikan jaring pengaman sosial tepat sasaran. Kali ini, sebanyak 437 karung beras kemasan 5 kg didistribusikan kepada masyarakat di Kelurahan Selindung Lama, Kota Pangkalpinang. Minggu,(3/5)

 

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah nyata pemerintah dalam menyalurkan amanah masyarakat dan SKPD yang terkumpul pasca-perayaan HUT ke-25 Provinsi Bangka Belitung.

 

Bacaan Lainnya

Dalam keterangannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa stok beras yang dibagikan merupakan kontribusi kolektif yang masih tersedia dalam jumlah besar. Ia tidak ingin bantuan tersebut tertahan di gudang sementara masyarakat membutuhkan.

 

“Kegiatan ini kita lakukan karena masih ada stok beras hampir 10.000 karung hasil sumbangan masyarakat dan SKPD kemarin. Saya sebagai Gubernur Babel sengaja datang khusus ke desa dan kelurahan untuk membagikan sisa beras HUT Babel ke-25 ini,” ujar Hidayat Arsani di lokasi pembagian.

 

Ia menambahkan bahwa penyaluran ini telah melalui koordinasi dan persetujuan pihak terkait agar dapat segera menyentuh desa-desa yang masuk dalam kategori membutuhkan.

 

Penyaluran 437 karung beras di Selindung Lama ini dipandang sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi antara pimpinan daerah dan warga. Hidayat menekankan bahwa kehadiran fisik seorang pemimpin di tengah masyarakat jauh lebih bermakna daripada sekadar nilai materi yang diberikan.

 

 

Menanggapi harapan warga, Gubernur Hidayat Arsani meminta masyarakat untuk tidak memandang bantuan tersebut dari kuantitasnya saja, melainkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi rakyat di bawah.

 

“Hari ini kita salurkan 437 karung, kita berbagi rasa, berbagi rezeki. Ya, minimal kita ada pendekatan, bisa berhubungan langsung. Walaupun kita ke sini hanya membawa beras 5 kilo, tapi masyarakat bisa melihat aktivitas dan kehadiran kita,” tuturnya.

 

Ia menutup pernyataannya dengan pesan yang mendalam kepada warga Selindung Lama “Jangan dilihat nilainya, tapi lihat semua artinya bagi kebersamaan kita.”tutupnya. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *