Diduga Sering ‘Gantung’ Pembayaran Artis dan Vendor, EO Konser Gen Z2 Jadi Sorotan

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Rencana perhelatan akbar bertajuk Gen Z2 Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Juni 2026 di Lapangan Bola Kodim Bangka, kini menuai polemik tajam. Bukannya disambut antusias, kabar konser artis ibu kota ini justru memicu kekhawatiran besar di kalangan pelaku usaha pendukung panggung, sound system, hingga vendor LED di Bangka Belitung.

 

Persoalan utama tertuju pada sosok penyelenggara berinisial Pnd, yang dinilai memiliki rekam jejak kelam dalam dunia Event Organizer (EO) di Kota Pangkalpinang. Pnd disebut-sebut sering meninggalkan masalah finansial yang merugikan banyak pihak setelah acara usai.

 

Bacaan Lainnya

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama Pnd santer dikaitkan dengan insiden viral tidak dibayarnya artis ibu kota, Dede Sunandar, pada kegiatan sebelumnya. Tak hanya itu, pola serupa diduga terjadi pada konser di kawasan Pedindang, di mana para pelaku usaha pendukung konser mengeluh tidak menerima pembayaran dengan alasan kerugian promotor.

 

“Ini bisnis yang berkelanjutan, tapi ulah satu orang ini merusak ekosistem. Banyak rekan vendor yang tidak dibayar dengan alasan rugi, padahal kegiatan tetap berjalan,” ujar salah satu perwakilan pelaku usaha hiburan di Pangkalpinang.

 

Gerah dengan praktik yang dianggap merusak citra daerah, kelompok pelaku usaha hiburan secara tegas meminta pihak kepolisian, khususnya Polres Pangkalpinang dan Polda Bangka Belitung, untuk tidak menerbitkan izin keramaian bagi konser yang digawangi oleh Pnd dan manajemennya.

 

Langkah ini diambil demi memberikan efek jera serta melindungi nama baik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Para pelaku usaha tidak ingin kasus artis yang tidak dibayar kembali viral di platform media nasional, yang hanya akan membuat malu daerah di mata publik luas.

 

“Kami berharap ada tindakan tegas. Jangan sampai Bangka Belitung dicap buruk hanya karena satu oknum yang ingin mencari keuntungan besar dengan cara mengorbankan hak orang lain dan membuat utang piutang di mana-mana,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan verifikasi dan menghubungi pihak Pnd terkait rencana konser di Lapangan Bola, Kelurahan Asam tersebut. Namun, upaya konfirmasi menemui jalan buntu lantaran nomor telepon yang bersangkutan diketahui sudah tidak aktif atau dalam keadaan diblokir.

 

Masyarakat dan para calon penonton pun diimbau untuk tetap waspada dan kritis terhadap legalitas serta kredibilitas penyelenggara acara agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan di kemudian hari. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *