Usai Sita Duit Bos Timah Koba 100 Milyar, Tim Kejagung Datangi Kediaman WO di Jalan Balai

PANGKALPINANG,PERKARANEWS – Tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia (RI) sita uang tunai 100 milyar lebih dari salah satu rumah dalam kebun sawit daerah Arung Dalam Koba Bangka Tengah. Rabu (6/12/2023).

Dalam kesempatan ini sebanyak 11 buah conterner plastik berisi uang sitaan diserahkan dan dititipkan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Pangkalpinang, Kamis (7/12/2023) dinihari.

Berdasarkan data dari narasumber yang terpercaya uang tersebut milik bos besar yang namanya sudah terkenal dikalangan masyarakat sebagai bos besar atau raja timah di Bangka Tengah.

Bacaan Lainnya

Penyitaan uang 100 milyar tersebut dibenarkan Kepala Kejari Pangkalpinang, Saiful Bahri Siregar yang ditemui Tempo di lapangan enggan berbicara banyak terkait penitipan uang Thamron tersebut. Dia beralasan pihaknya hanya mendampingi saja.

“Ini di wilayah kita (Pangkalpinang), jadi mendampingi saja,” ujarnya.

Penyidik Kejagung sebelumnya telah melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di perusahaan smelter timah milik Thamron yakni PT. Venus Inti Perkasa yang berada di Kawasan Industri Ketapang Jalan TPI Kelurahan Temberan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Siang ini tim juga mendatangi kediaman salah satu pengusaha tambang timah mitra PT. Timah Tbk kabarnya WO dan AP pemilik CV. BS juga ikut jadi terperiksa sudah hampir berjam-jam proses pemeriksaan dilakukan di kediaman WO yang beralamat di jalan Balai Taman Sari Pangkalpinang.

“Tiba-tiba ada tim gabungan baju loreng, Coklat dan Pakaian bebas datang dari jam 10 kurang hingga sekarang belum ada kabar apa yang terjadi didalam,” sebut salah satu warga. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

825 Komentar

  1. Time is often called the soul of motion, the great measure of change, but what if it is merely an illusion? What if we are not moving forward but simply circling the same points, like the smoke from a burning fire, curling back onto itself, repeating patterns we fail to recognize? Maybe the past and future are just two sides of the same moment, and all we ever have is now.

  2. Man is said to seek happiness above all else, but what if true happiness comes only when we stop searching for it? It is like trying to catch the wind with our hands—the harder we try, the more it slips through our fingers. Perhaps happiness is not a destination but a state of allowing, of surrendering to the present and realizing that we already have everything we need.

  3. The essence of existence is like smoke, always shifting, always changing, yet somehow always present. It moves with the wind of thought, expanding and contracting, never quite settling but never truly disappearing. Perhaps to exist is simply to flow, to let oneself be carried by the great current of being without resistance.

  4. Virtue, they say, lies in the middle, but who among us can truly say where the middle is? Is it a fixed point, or does it shift with time, perception, and context? Perhaps the middle is not a place but a way of moving, a constant balancing act between excess and deficiency. Maybe to be virtuous is not to reach the middle but to dance around it with grace.