PN.COM-PANGKALPINANG,Seorang pemuda penganguran nekat mencuri empat handphone berbagai jenis milik korban YT. Pelaku berinisal KN alias Nursak (20) warga Bukit Lama, Kecamatan Gerunggang , ditangkap Tim Buser Naga Sat Reskrim Polres Pangkalpinang.
Saat ditangkap di sebuah rumah di kawasan Bukit Lama, Minggu (27/2) sekira pukul 21.30 Wib, usai Tim Buser Naga yang dipimpin Aipda Rudi Kiai usai mendapat laporan peristiwa pencurian ini.
Peristiwa pencurian tersebut terjadi di Jalan Fatmawati ,Gang Nanas,Kelurahan Tua Tunu pada Selasa 5 November 2021 lalu, pelaku yang telah mengetahui keadaan rumah milik korban,
Pelaku mengambil HP milik korban saat korban sedang tidak berada dirumahnya sekira pukul 15.00 Wib, akibat peristiwa pencurian ini korban alami kerugian sekitar Rp 4,5 juta.
Keberadaan pelaku yang sedang berada di Bukit Lama diketahui dari hasil lidik yang dilakukan anggota Buser Naga.
“Malam ini ada informasi bahwa target sedang berada di Bukit Lama, informasi menyebutkan target kerap berpindah tempat, kita kedepankan humanisme dalam mengamankan pelaku,” ujar Rudi Kiai kepada anggotanya
Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku hanya mengaku mengambil satu HP saja.
“HP yang mana pak (polisi) ambil hanya satu,” ucap pelaku coba mengelabui Buser Naga.
Namun, setelah dilakukan interogasi secara mendalam barulah diketahui pelaku mengambil HP, tabung gas serta belender.
“Sekitar 4 sampai 5 HP, juga ada tabung gas dan belender, tapi untuk belender sudah sepengetahuan ayuk (korban) saya,” kata pelaku yang pernah dihukum selama 1,2 tahun ini dalam kasus narkoba.
Dikatakan pelaku, semua hasil curian dijual ke Forum Jual beli melalui media sosial Facebook.
“Semuanya dijual melalui forum, hasilnya untuk bermain judi online jenis slot asli,” akui pelaku.
Dalam penangkapan tersebut, barang bukti yang berhasil disita petugas berupa handphone Oppo A37 warna emas rose.
Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra saat dikonfirmasi Senin (28/2/2022) membenarkan telah diamankan seorang pelaku pencurian.
“Pelaku dan barang bukti sudah dibawa ke Satuan Reskrim Polres Pangkalpinang untuk selanjutnya dilakukan proses hukum,” tutup Adi Putra.(Yuko)













Нужна премиум мебель? мебель из массива древесины изготовление на заказ. Натуральные материалы, эксклюзивный дизайн и долговечность. Решения для дома и бизнеса с высоким уровнем качества.
мебель премиум класса мебель из массива продажа
Подробности внутри: https://sn74.ru
Полный гайд по системному тестированию и масштабированию офферов в 2026 году опубликован в материале https://npprteam.shop/articles/arbitraz-trafika/freymvork-testirovaniya-offerov-2026-proverka-skeyl-otklyuchenie/, где детально разобраны этапы проверки гипотез, критерии скейла и сценарии отключения убыточных направлений. Материал включает чек-листы и таблицы для отслеживания метрик на каждом этапе, примеры успешного масштабирования в разных вертикалях и анализ ошибок, приводящих к блокировкам. Ресурс будет полезен как новичкам в арбитраже, ищущим структурированный подход, так и опытным медиабайерам, желающим адаптировать свои стратегии к изменившимся условиям платформ. Использование предложенного фреймворка позволяет снизить расходы на обучение и ускорить переход к рентабельным кампаниям.
Maximizing ROAS through best practices for dynamic product ads in Facebook campaigns requires moving beyond basic feed-based retargeting to strategic creative layering and audience segmentation. DPA campaigns work best when paired with complementary creative formats—video testimonials, carousel sequences showing product benefits, and story-formatted ads that match mobile user behavior patterns. The research demonstrates that brands testing creative combinations across warm retargeting audiences (users who visited product pages) achieve 40-50% lower CPL and significantly reduced cart abandonment when rotating between product-focused DPA and lifestyle-focused carousel ads. E-commerce teams benefit most when they implement systematic testing of visual hierarchies, call-to-action copy, and audience lookalike seed strategies alongside their DPA infrastructure.