Tuntut Hak yang Tak Kunjung Usai, Ratusan Warga dan Aliansi Mahasiswa Geruduk PT GML

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Harapan masyarakat di lingkar operasional perkebunan sawit PT Gunung Maras Lestari (GML) kembali membuncah. Ratusan warga yang berasal dari Desa Sempan, Kayu Besi, Puding Besar, Dalil, Bakem, serta aliansi mahasiswa dari Mangka, Mabat, dan Bukit Layang menggelar aksi damai di depan pintu masuk perusahaan, Senin (27/4/2026).

 

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat yang merasa hak-hak mereka belum dipenuhi oleh pihak perusahaan. Meski telah berulang kali dilakukan, aksi kali ini pun belum membuahkan hasil konkret yang mampu menjamin masa depan kesejahteraan warga desa setempat.

 

Bacaan Lainnya

Kehadiran aliansi mahasiswa memberikan energi baru dalam perjuangan warga. Mereka menuntut transparansi dan realisasi janji-janji perusahaan terhadap desa-desa penyangga. Massa membawa sejumlah poin tuntutan yang intinya meminta PT GML tidak menutup mata terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

 

“Kami datang hanya untuk meminta apa yang menjadi hak kami. Jangan biarkan masyarakat terus-menerus hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” ujar salah satu orator aksi.

 

Menanggapi tekanan massa, pihak Manajemen PT GML yang diwakili oleh Humas Perusahaan, Lidia, akhirnya menemui para pendemo. Di hadapan massa, Lidia menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran pimpinan terkait tuntutan tersebut.

 

Lidia menegaskan komitmen awal perusahaan untuk membuka ruang dialog yang lebih formal melalui penandatanganan kesepakatan waktu pertemuan.

 

“Saya tadi sudah sampaikan ke pimpinan juga. Kita akan buat tanda tangan kesepakatan. Artinya, ini kesepakatan untuk mengadakan pertemuan dalam bulan ini. Kita pastikan setelah tanda tangan kesepakatan ini, kita akan menunaikan apa yang sudah disepakatkan,” ujar Lidia di lokasi aksi.

 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa jika nantinya terdapat kendala teknis atau hal-hal yang menghambat di luar kendali perusahaan, pihaknya berjanji akan tetap menjalin komunikasi yang intensif dengan perwakilan masyarakat.

 

Meski ada angin segar berupa janji pertemuan di bulan April ini, masyarakat mengaku masih menyimpan skeptisisme. Pasalnya, mereka merasa sudah terlalu sering menerima janji-janji manis yang berujung pada ketidakpastian.

 

Hingga berita ini diturunkan, massa mulai membubarkan diri dengan tertib, namun dengan ancaman akan kembali membawa massa yang lebih besar jika kesepakatan pertemuan dalam bulan ini kembali diingkari oleh pihak PT GML.

 

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi tetap kondusif meski sempat terjadi adu argumen antara massa dengan pihak keamanan di depan gerbang yang terpasang papan pengumuman perusahaan. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar