Perkaranews.com-– Ini adalah kisah tentang Boen Kin To. Ia adalah pemain sepakbola, pedagang, dan pernah menyelundupkan candu demi Indonesia. Orang-orang mengenalnya sebagai Tony Wen. Menurut catatan Benny Setiono dalam Tionghoa dalam Pusaran Politik (2003:588), Boen Kin To alias Tony Wen lahir di Bangka pada 1911. Keluarganya makmur. “Ayahnya seorang kepala parit Bangka Biliton Ttn Maatschapij,” tulis Benny Setiono. Tony bahkan mengenyam sekolah di Singapura. Setelahnya, ia kuliah di U Ciang University, Shanghai serta Liang Nam University, Canton. Sebelum Perang Dunia II dan Perang Revolusi Kemerdekaan, Tony adalah guru dan olahragawan. “Beliau adalah idola remaja sebelum Perang Dunia II karena bintang sepakbola. Ia anggota perkumpulan sepakbola keturunan Cina (UMS) di Petak Sin Kian, Jakarta […] beliau guru pada sekolah Tionghoa THHK di Jalan Patekoan,” tulis Yunus Yahya dalam buku Catatan seorang WNI: Kenangan, Renungan & Harapan (1989:8). Jika ia mau berada di barisan Belanda—misalnya menjadi anggota Poh An Tui, laskar bersenjata orang-orang Tionghoa yang disponsori Belanda—hidupnya bisa lebih nyaman. Namun, ia memilih berdiri di sisi Republik. Sejak zaman Jepang, Tony Wen yang pernah bekerja sebagai penerjemah pindah ke Solo. Menurut Yong Mun Cheong dalam The Indonesian Revolution and the Singapore Connection, 1945-1949 (2003:130), di era itu ia bergiat dalam Perserikatan Rakjat dan Boeroeh Tionghoa di Surakarta sebagai manajer bagian olahraga. Setelah Jepang kalah, ia menjadi wakil presiden dalam serikat tersebut. Tony Wen telah memperjelas dukungannya kepada Republik, setidaknya sejak April 1946. “Ia terang-terangan menjawab keragu-raguan masyarakat Tionghoa dengan menyatakan berkiblat ke Republik yang baru,” tulis mantan menteri Oei Tjoe Tat dalam Memoar Oei Tjoe Tat: Pembantu Presiden Soekarno (1992:52). “Ia menyatakan tekadnya untuk lebih memperhatikan kepentingan rakyat kecil, khususnya kaum buruh.” Pada masa revolusi, Tony Wen dikenal sebagai pemimpin dari Barisan Pemberontak Tionghoa (BPTH) di Solo. Di sisi lain, sepengakuan mantan Wakil Presiden Adam Malik dalam Mengabdi Republik Volume 2 (1978:5), Tony juga menjadi penyerang tengah kesebelasan PSIS (Solo) yang kala itu cukup ternama. Tak cukup di situ, Tony Wen sebagai pedagang juga turut menyediakan logistik bagi tentara Indonesia yang saat itu morat-marit. Tony juga tergabung dalam International Volunteers Brigade (IVB) alias Brigade Internasional, kesatuan tentara yang terdiri dari orang-orang (keturunan) berbagai macam bangsa Asia (Cina, Filipina, Malaysia, India, dan Pakistan). Menurut Arsip Kementerian Pertahanan nomor 1735: Laporan harian Kementerian Pertahanan Bagian V Kepada Menteri Muda Pertahanan tanggal 30 Oktober 1947, pada IVB ada orang-orang dari Filipina yang dipimpin Ir. Estrada, orang-orang India yang dipimpin Abdulmadjid Khan serta orang-orang Malaya yang dipimpin Adnan. Dalam arsip yang sama dituliskan, Brigade yang sekretariatnya berada di Jalan Poncowinatan 50, Yogyakarta ini terdiri atas bagian ketentaraan, ekonomi, sosial dan penerangan. Tak semuanya aktif di front pertempuran. Dari golongan tadi, orang-orang India-lah yang tergolong aktif bertempur. “Yang sudah turut berperang di medan Gombong semua orang-orang India, sedang pasukan Tionghoa di bawah Tony Wen sampai sekarang (20 Oktober 1947) hanya menjalankan latihan belaka,” tulis laporan Kementerian Pertahanan Bagian V itu. Tony pernah terlibat juga dalam penyelundupan candu ke Singapura sekitar tahun 1948. Junus Jahya dalam Catatan Seorang WNI: Kenangan, Renungan & Harapan (1989:8) mencatat Tony Wen, bersama John Lie, terlibat dalam usaha penyelundupan untuk membiayai perjuangan Republik Indonesia.
Dari Singapura, yang dikenal sebagai pasar gelap senjata api, dia menyelundupkan senjata untuk Republik. Dia kucing-kucingan dengan aparat Singapura, sampai akhirnya tertangkap. Soal penyelundupan ke Singapura itu dicatat oleh Sam Setyautama dalam Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia (2008:24). Pada 1948, Tony bersama Soebeni Sosrosepoetro dan Karkono Komajaya dan dibantu Lie Kwet Tjien menyelundupkan candu ke Singapura untuk dibelikan senjata bagi Republik Indonesia. Tony berangkat dari Pantai Popoh, dekat Tuluagung. Pada penyelundupan kedua, dia membawa 2,5 ton candu. Dalam aksi penyelundupan lainnya, dia membawa 50 kilogram. Penyelundupan itu memakai pesawat amfibi Catalina. Sepulangnya, senjata-senjata yang dibawanya diturunkan di Campurdarat, dekat Tulungagung. Setelah revolusi kemerdekaan melawan tentara Belanda selesai, Tony menjadi anggota Partai Nasional Indonesia (PNI). Dia mewakili partai itu di DPR dari 1954 hingga 1956. Pernah juga dia menjadi anggota Konstituante. Tony juga masih bergelut dalam dunia olahraga. Tak melulu mengurus sepakbola, ia juga bergiat di cabang bola basket. Tony menjadi salah satu pendiri Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (Perbasi) pada 23 Oktober 1951. Ialah ketua pertama Perbasi. Pada 30 Mei 1962, laki-laki Tionghoa tampan yang pernah tinggal di Jalan Djawa 62A Menteng, Jakarta, ini meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Menteng Pulo, Jakarta.(Tirto.Id/ Penulis: Petrik Matana)













در کل
برای کسایی که دنبال
بازیهای جایزهدار
سر و کار دارن
این آدرس اینترنتی
میتونه یکی از گزینهها باشه
به درد بخوره
از این جهت هم
پروژههایی مثل
enfejɑronline قوی
و
sіbbet معروف
محبوبیت دارن
در کل
قابل قبول بود
و
به احتمال قوی
دوباره استفاده میکنم
My web-site … سایت آموزش علمی
Its like you read my mind! You seem to know so much about
this, like you wrote the book in it or something. I think that you could do with a few pics to drive
the message home a little bit, but instead
of that, this is excellent blog. A great read. I’ll certainly be back.
Excellent blog here! Also your website loads up fast!
What web host are you using? Can I get your affiliate link to your host?
I wish my site loaded up as quickly as yours lol
Hola! I’ve been following your blog for a long time now and finally got the bravery
to go ahead and give you a shout out from New Caney Tx!
Just wanted to tell you keep up the excellent job!
An intriguing discussion is worth comment. I do think that you ought to publish more
on this subject matter, it might not be a taboo subject but usually folks don’t speak about these issues.
To the next! Many thanks!!
Hey there would you mind stating which blog platform you’re working
with? I’m planning to start my own blog in the near future but I’m having a tough
time making a decision between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
The reason I ask is because your design seems different then most
blogs and I’m looking for something unique.
P.S Sorry for getting off-topic but I had to ask!
Thanks in favor of sharing such a fastidious opinion, article is good, thats why i have read
it fully
خلاصهوار
برای کسانی که
سرگرمیهای پولی
میخوانامتحان کنن
اینجا
میتونه یکی ازگزینهها باشه
ارزش بررسی داشته باشه
از این جهت هم
دامنههایی مثل
enfejɑronline
و
sibbet.com
در بین کاربران شناخته شدن
در نهایت
قابل قبول بود
و
باز هم
استفاده دوباره میکنم
Review my weeb pagе معرفی یک مرجع مناسب برای بازی انفجار
Every weekend i used to pay a visit this site, for the reason that i want enjoyment, for the reason that this this website conations truly fastidious funny data
too.
سلام و عرض ادب، من امروز هنگام گشتن آنلاین به این
صفحه آشنا شدم و صادقانه نظرم رو جلب کرد.
مطالبش خیلی کامل بود و به ندرت همچین
سایتی پیدا کنم. به نظرم برای افراد مختلف کاربردی باشه.
اگر به دنبال منبع معتبر هستن حتما برن ببینن.
در مجموع راضیکننده بود و قطعا دوباره
استفاده میکنم
در کل ماجرا
برای افرادی که تمایل دارن
گیمهای پولی
در این حوزه فعالیت دارن
این وبسایت
مطمئناً میتونه
گزینه خوبی باشه
قابل توجهه که
پلتفرمهایی مثل
enfejaronline آنلاین
و
شبکه sіbbet
نشون دادن این فضا چقدر گستردهست
در کل داستان
ارزشمند بود
و
به احتمال زیاد
مراجعه میکنم
.
Look into myy paage راهنمای انتخاب سایت مناسب برای بازی انفجار
This is the right website for anyone who hopes to understand this
topic. You realize a whole lot its almost tough to argue with you (not
that I really would want to…HaHa). You definitely put a brand new spin on a topic
which has been discussed for many years. Great stuff, just wonderful!