Harwendro Adityo Dewanto: Dari Luka Politik hingga Misi Menjadikan Indonesia Price Maker Timah Dunia

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Ketua Asosiasi Eksportir Timah Indonesia (AETI) sekaligus Komisaris Utama PT Mitra Stania Prima (MSP), Harwendro Adityo Dewanto, buka suara terkait kondisi pertimahan nasional dan komitmen moralnya membangun kembali ekonomi Bangka Belitung.

 

Hal tersebut disampaikannya di hadapan puluhan awak media dan anak yatim piatu dalam acara buka puasa bersama di Hotel Aston Pangkalpinang, Rabu (11/03/2026).

 

Bacaan Lainnya

Harwendro tidak menampik bahwa industri timah tanah air tengah dihujani narasi negatif. Menurutnya, setiap informasi yang berkembang di daerah, baik itu fakta maupun isu miring, terpantau langsung oleh pasar internasional.

 

“Berita-berita Bapak semua ini ternyata terdengar sampai LME (London Metal Exchange) hingga Shanghai. Ada plus-minusnya, tapi kita bicara sesuatu yang lebih besar dari itu,” ujar Harwendro.

 

Menyinggung guncangan hebat di sektor timah beberapa waktu lalu yang sering disebut sebagai kejadian 271 T. Harwendro memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan monopoli yang sempat menyeret nama MSP.

 

Ia mengungkapkan fakta sebaliknya. Justru saat kondisi sensitif tersebut, ia mengambil inisiatif mengumpulkan para pemilik smelter di luar negeri (Singapura) untuk mencari solusi agar industri tidak mati total.

 

“Tujuan saya cuma satu, saya ingin ekonomi Bangka Belitung hidup lagi. Pasca kejadian itu, pertumbuhan ekonomi kita sempat terpuruk di angka 0,77%, terendah kedua se-Indonesia. Sekarang, setelah smelter kembali bekerja, ekonomi mulai merangkak ke 5-6%,” tegasnya.

 

Meski sempat merasa jatuh akibat hasil kontestasi politik yang tidak sesuai harapan (sebagai caleg), Harwendro mengaku tetap memegang teguh janji kepada masyarakat. Ia memilih untuk tidak “lari” mengurus bisnisnya di luar daerah seperti Kalimantan atau Bali.

 

Titik balik semangatnya justru datang dari hal sederhana, kepercayaan karyawannya yang ingin menikah di tengah ketidakpastian industri.

 

“Saat pengurus lain diperiksa kejaksaan, tersisa saya. Karyawan saya bilang masih percaya saya 100%. Di situlah momen saya untuk kembali bangkit. Saya punya tanggung jawab moral untuk menepati janji membantu masyarakat melalui kapasitas saya sebagai Ketua AETI,” ungkapnya dengan nada lugas.

 

Perjuangan Harwendro belum usai. Ia membawa visi besar yang selama ini menjadi impian para sesepuh pertimahan Indonesia Memutus ketergantungan harga pada LME dan Shanghai.

 

“Indonesia adalah eksportir timah nomor satu di dunia, tapi kita tidak bisa buat harga sendiri. Insya Allah, satu atau dua tahun ke depan, Indonesia akan menjadi Price Maker timah dunia,” pungkasnya.

 

Menurut Harwendro, timah adalah satu-satunya mineral yang paling berpotensi menjadikan Indonesia sebagai penentu harga global, melampaui nikel yang investasinya jauh lebih mahal namun belum mampu menjadi pengendali harga dunia. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 Komentar

  1. **aquasculpt**

    AquaSculpt is a high-quality metabolic support supplement created to help the body utilize fat more efficiently while maintaining steady, reliable energy levels throughout the day.

  2. **boostaro**

    Boostaro is a purpose-built wellness formula created for men who want to strengthen vitality, confidence, and everyday performance.

  3. **heroup**

    HeroUP is a premium mens wellness formula designed to support sustained energy, physical stamina, and everyday confidence.