BANGKA, PERKARANEWS.COM – Peta kekuatan politik Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Bangka resmi berganti nakhoda. Melalui mekanisme Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel ST12 Sungailiat, Makmun secara sah ditetapkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bangka periode 2026-2031 secara aklamasi, Senin (16/2/2026).
Keputusan ini diambil setelah seluruh Pengurus Kecamatan (PK) sepakat bulat memberikan mandat kepada Makmun untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut lima tahun ke depan.
Dalam pidato perdananya pasca terpilih, Makmun tampak emosional namun tetap tegas. Ia mengawali sambutannya dengan permohonan maaf dan menekankan bahwa gesekan yang sempat terjadi adalah bumbu demokrasi yang lumrah di tubuh Golkar.
“Inilah dinamika yang terjadi di Partai Golkar. Seperti yang disampaikan Bapak Gubernur (Hidayat Arsani), ini adalah hal biasa. Saya ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan PK yang telah mempercayakan amanah ini kepada saya,” ujar Makmun di hadapan para kader.
Meski mengaku sedikit gugup dalam pidato pertamanya, Makmun berjanji akan segera tancap gas.
“Jujur saya agak deg-degan, tapi Insya Allah saya akan membuktikan diri untuk membawa Golkar Bangka lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya lugas.
Kemenangan Makmun di kursi ketua bukan tanpa beban. Ketua Panitia Musda XI, Heryawandi, menegaskan bahwa ada tugas maha berat yang menanti pengurus baru. Golkar tidak boleh hanya jago di tingkat kabupaten, tapi harus menguasai hingga pelosok desa.
“Kerja politik besar menanti di periode konsolidasi ini. Menjadi PR bagi pengurus dan ketua yang baru untuk melakukan konsolidasi total, mulai dari tingkat kecamatan hingga menyentuh tingkat desa di seluruh Kabupaten Bangka,” tegas Heryawandi.
Langkah ini dinilai krusial mengingat tantangan politik ke depan yang semakin kompetitif. Makmun diharapkan mampu mencairkan faksi-faksi yang ada dan menyatukan seluruh kekuatan kader untuk mengamankan kemenangan Golkar di Pemilu mendatang.
Pantauan di lokasi, proses serah terima panji kebesaran Partai Golkar berlangsung tertib. Terpilihnya Makmun secara aklamasi menunjukkan adanya soliditas internal yang mulai menguat pasca-dinamika panas di awal pembukaan Musda.
Kini, publik menunggu langkah nyata Makmun dalam menyusun formasi pengurus yang mampu menjawab tantangan “menambah kursi” sebagaimana yang diinstruksikan oleh DPD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Yuko)












