Gaya Panglima Perang, Hidayat Arsani Ultimatum Kader Golkar yang Membangkang

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Suasana Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kota Pangkalpinang yang digelar di Belitong Resort pada Senin (16/2) malam mendadak tegang. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menunjukkan taringnya dengan orasi politik yang menggelegar layaknya seorang Panglima Perang.

 

Dalam arahannya, sosok yang akrab disapa Panglima Dayat ini mengibaratkan dirinya memegang “Samurai Panjang”. Senjata simbolis ini siap ia gunakan untuk menebas siapa pun kader yang berani menghalangi jalan perjuangan dalam membesarkan Partai Golkar di Bumi Serumpun Sebalai.

 

Bacaan Lainnya

Hidayat Arsani menegaskan bahwa loyalitas dan kepatuhan terhadap instruksi partai adalah hal mutlak. Ia memperingatkan dengan keras bahwa jabatan ketua di tingkat kota maupun provinsi bukanlah jaminan keamanan jika tidak dibarengi dengan kinerja dan kepatuhan.

 

“Bagaimana kalau nanti di depan saya bukan perintah? Saya tegaskan, tidak ada jaminan jabatan 5 tahun bagi mereka yang vokal tanpa dasar. Besok pun bisa saya pecah (pecat), buktikan!” tegas Hidayat dengan nada bicara yang lugas.

 

 

Gubernur Babel ini juga menyoroti fenomena politik lokal, termasuk sindiran mengenai kondisi melawan “kotak kosong” yang ia ibaratkan seperti melawan hantu atau angin. Baginya, Golkar harus menjadi mesin politik yang nyata, bukan sekadar simbol yang tak bertenaga.

 

Ia pun mengingatkan rekam jejaknya sebagai tokoh nasional yang memiliki andil besar, termasuk kedekatannya dengan pusat kekuasaan.

 

“Saya ini gubernur nomor 2 di Indonesia yang berjuang besar bersama Jokowi di sini. Kita harus konsisten,” lanjutnya.

 

Terkait mekanisme pemilihan di Musda XI, Hidayat meminta agar seluruh proses dilakukan dengan semangat kekeluargaan namun tetap dalam koridor komitmen yang jelas. Ia tidak ingin ada faksi-faksi yang justru memperlemah partai dari dalam.

 

“Jangan berpikir bisa memakai pihak lain untuk melawan keputusan bersama. Keputusan Musda adalah keputusan tertinggi. Jika Anda tidak sejalan dengan perjuangan saya, selesai. Tidak ada jaminan bagi siapa pun yang mencoba bermain dua kaki,” pungkasnya.

 

Di akhir pidatonya, ia mengajak seluruh pengurus dari tingkat PK hingga DPD untuk sadar akan tanggung jawab mereka. Golkar Babel di bawah kepemimpinannya ditargetkan menjadi kekuatan hebat yang disegani, dengan struktur yang diisi oleh orang-orang militan yang siap bertarung di medan politik mendatang. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *