Diversifikasi Wisata, Dispar Pangkalpinang Kenalkan Pesona Ekowisata Mangrove Sejagat ke Pegawai Kemenag

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Pemerintah Kota Pangkalpinang terus melakukan terobosan dalam memperkaya khazanah pariwisata daerah. Melalui program inovatif bertajuk “Office to Sejagat”, Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengeksplorasi kekayaan ekosistem sungai di kawasan Desa Ekowisata Selindung Jerambah Gantung (Sejagat), Selasa (20/01/2026).

 

Dalam kesempatan kali ini, sebanyak 15 pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Pangkalpinang terjun langsung merasakan sensasi menyusuri sungai dengan pemandangan vegetasi mangrove yang masih terjaga keasriannya. Program ini sengaja dirancang untuk memperkenalkan potensi wisata minat khusus kepada instansi pemerintahan sebagai alternatif hiburan dan edukasi di tengah kepenatan kerja perkotaan.

 

Bacaan Lainnya

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Industri Pariwisata, Riharnadi, yang hadir didampingi Sub Koordinator Akses Permodalan dan Ekonomi Kreatif, M. Zuhri Jasman, menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah diversifikasi. Selama ini, pariwisata di Bangka Belitung sangat identik dengan objek wisata pantai.

 

“Kami ingin mengubah persepsi publik. Melalui ‘Office to Sejagat’, kami tunjukkan bahwa alam sungai kita memiliki daya tarik luar biasa. Dengan menggandeng instansi seperti Kemenag, diharapkan muncul efek domino dalam promosi wisata berbasis sungai,” ujar Riharnadi di lokasi kegiatan yang turut didampingi Lurah Jerambah Gantung, Suswoyo.

 

Pengalaman menyusuri aliran sungai di bawah rimbunnya pohon bakau memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Andreas Yudho Astono, salah satu pegawai Kemenag Pangkalpinang, mengaku terkesan dengan ketenangan yang ditawarkan ekosistem tersebut.

 

“Sangat menyenangkan, ini memberikan nuansa baru dan menjadi alternatif wisata yang segar. Jika biasanya kita ke pantai, kali ini kita menyusuri sungai yang rupanya memiliki keunikan tersendiri dengan pohon-pohon bakau yang indah,” ungkap Andreas.

 

Andreas juga menyoroti potensi besar kawasan ini sebagai destinasi unggulan masa depan setelah mendengar paparan mengenai masterplan Desa Ekowisata Sejagat. Menurutnya, lokasi ini tidak hanya cocok sebagai wisata alternatif keluarga, tetapi juga sangat representatif untuk kegiatan kantor.

 

“Meskipun masih dalam tahap pengenalan awal, kami melihat potensinya sangat besar. Sangat baik jika nanti fasilitasnya sudah lengkap untuk menampung kegiatan keluarga maupun korporasi karena suasananya sangat asri,” tambahnya.

 

Pihak Kemenag Pangkalpinang memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dan perangkat Desa Sejagat atas inisiatif dan inovasi baru ini. Langkah ini dinilai sebagai strategi cerdas dalam memberikan pilihan wisata baru selain pantai di wilayah Bangka Belitung.

 

Pemerintah Kota Pangkalpinang berharap, melalui pengelolaan pariwisata berbasis komunitas ini, tingkat kunjungan ke Desa Ekowisata Selindung Jerambah Gantung akan terus meningkat, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat. (Imelda)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan ke Family tours Turkey Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar