OSO Tegaskan Hanura Berpihak pada Daerah: Jangan Pimpin dengan Paksa!

PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), secara tegas menyatakan arah perjuangan partainya usai melantik Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Bangka Belitung (Babel) di Pangkalpinang, Sabtu (29/11).

 

OSO menegaskan bahwa semangat yang dibawa Hanura saat ini berbeda dengan sebelumnya, didorong oleh semangat persatuan yang dicontohkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno, dan diperkuat dengan hadirnya pemimpin DPD baru yang baru saja bergabung dari partai lain.

 

Bacaan Lainnya

Menanggapi fenomena perpindahan kader antarpartai, OSO melihatnya sebagai hal yang wajar dalam dinamika politik. Ia menyebut, di internal Hanura sendiri terdapat kader yang “hijrah” dari berbagai partai, mulai dari NasDem, Golkar, Demokrat, PKB, PDIP, hingga PKS.

 

“Biasa saja, di tempat saya ini ada yang dari NasDem, ada yang dari Golkar, ada yang dari Demokrat, ada yang dari PKB, bahkan juga ada yang dari PDIP, ada juga dari PKS,” ujar OSO.

 

Ia menekankan bahwa Hanura menjunjung tinggi koalisi dan kerja sama politik tanpa memandang perbedaan asal partai. Kedekatan khusus, lanjut OSO, terjalin baik terutama dengan PDIP, didasari oleh hubungan persahabatan yang kuat.

 

Dalam sambutannya, OSO menyoroti fokus utama Partai Hanura: berpihak kepada daerah. Filosofi ini didasari keyakinan bahwa Daerah Makmur, Baru Ada Indonesia Makmur.

 

“Kenapa berpihak kepada daerah? Kenapa buat kaya? Gajah daerah makmur baru ada Indonesia makmur,” tanya OSO.

 

Ia kemudian mengajak audiens untuk jujur, menyatakan bahwa hampir rata-rata semua daerah, termasuk Pulau Bangka, belum makmur sepenuhnya. Hal ini, menurutnya, tidak bisa serta-merta menyalahkan pemerintah pusat karena dipengaruhi oleh gejolak ekonomi dunia.

 

“Orang yang memakmurkan daerah, orang yang masuk pahala, orang yang berpahala, orang yang makmur.”

 

OSO menyoroti masalah kewenangan yang terbatas di tingkat daerah (Kabupaten, Kota, Provinsi) sebagai penghambat utama kemajuan. Hanura, kata dia, berkomitmen mendukung pemerintah daerah agar usulan-usulan pembangunan mereka dapat diterima dan didukung dengan ketersediaan dana yang memadai.

 

“Daerah tidak diberi kewenangan. Di sinilah kejelian bahwa kita mendukung pemerintah kabupaten, kota, provinsi untuk betul-betul dapat diterima usul-usulnya dalam membangun daerahnya,” tegasnya.

 

Selain itu, OSO juga menekankan pentingnya perbaikan mekanisme dan sistem pemilu yang harus dibangun secara jelas dan terhubung, serta memperjuangkan hak-hak suara rakyat yang hilang. Ia menyebut, dari 11 juta, kini menjadi 17 juta suara rakyat yang hilang, sebuah fenomena yang disebutnya sebagai ‘suara Tuhan’ yang harus dikembalikan.

 

Menutup pidatonya, OSO memberikan pesan mendalam kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia meminta mereka untuk memimpin dengan hati nurani dan tidak memimpin dengan paksa atau iming-iming janji.

 

“Rakyat sudah bosan dengan janji-janji, rakyat memerlukan satu bukti-bukti bahwa sikap kita adalah berpihak kepada rakyat,” tutup OSO.

 

OSO menegaskan Hanura siap bekerjasama dengan partai manapun, namun pada akhirnya, ia mempersilakan rakyat untuk memilih pemimpin yang diyakini akan memberikan kesejahteraan dan dorongan kehidupan bagi mereka. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan ke gaziantep to göbeklitepe tour Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 Komentar