PANGKALPINANG,Perkaranews.com-Polemik rencana pembangunan Masjid H. Romawi Latif mendapatkan penolakan dari salah satu d
Dosen dan juga Wakil Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syaikh Abdurrahman Sidik yang bernama “Masmuni” mendapatkan reaksi keras masyakat Babel.
Masyarakat Babel mengelar musyawarah dan silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan ketua Majelis ulama indonesia Bangka Belitung dimomentum bulan suci ramadhan 1444 H.
Dalam kesempatan ini,. Bersepakat untuk menamakan masjid yang akan dibangun di depan Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik dengan nama “Masjid H. Romawi Latif”. Senin,(27/3) Pondok Rumbiak Bukit Tani Pangkalpinang
Dalam kesempatan malam 5 Ramadhan 1444 H. Para sesepuhsenior danpara datu-datu serta pemuda berkumpul dalam rangka pembahasan cita-cita serta menghargai jasa perjuangan dari H. Romawi Latif, menurut saksi dan pelaku sejarah yang ada di Babel lahan yang dibangun IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik adalah hibah wakaf dari Almarhum H. Romawi Latif seluas 24 hektar
Tokoh pejuang Bangka Belitung Dato Agus Adaw beraksi dengan cara-cara yang cukup santun, tidak seperti biasanya yang mengebu-gebu. Sikap seorang Dato Agus Adaw dengan santai mengatakan untuk melepas Masmuni keluar dari Babel dengan karpet merah
“Adinda kami, Masmuni silahkan angkat kaki. “Pergi” Tinggalkan Babel ini, kami siapkan karpet merah,”tegasnya
Kekesalan Dato Agus Adaw setelah mendengar dan dibenarkan oleh pihak IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik, mengenai sikap arogan serta mengimidasi serta menakut-takuti pegawai dan dosen yang ada di kampus tersebut dengan cara mencatut nama Menteri Agama RI
“Cara-cara ini sangat tidak elok, mengunakan kekuasaannya menakuti dan mengintimidasi serta menolak nama Masjid H. Romawi Latip. Ini sungguh luar biasa tidak menghargai jasa-jasa perjuang dan juga orang yang telah mengwakafkan tanahnya untuk dibangunan IAIN Syaikh Abdurrahman Sidik,”kecamnya
Untuk mendapatkan dukungan dari DPRD Babel, Bupati Bangka dan juga Rektor IAIN akan tim yang sudah terbentuk ini segera melakukan audience dan menjelaskan semuanya tentang pembangunan Masjid H. Romawi Latif ini
“Rabu nanti kita akan bertemu dengan Ketua DPRD Babel di Ruangannya dan Jumat siang jam 02.00 wib kita akan bertemu dengan pihak IAIN. Melaporkan hasil rapat malam ini dan meminta Masmuni keluar dari Babel ini,” jelasnya
Dato Agus Adaw juga menyebutkan jangan sampai dirinya mengeluarkan keganasan dan kemarahannya, jika Masmuni tidak keluar dari Babel ini.
“Kami menilai sikap arogan dan mengintimidasi serta menolak nama Masjid H. Romawi Latip. Ini sudah diluar batas dan tidak mencerminkan orang melayu yang memiliki adap dan beradap. Jangan sampai gaya lama ini keluar, apalagi ini bulan puasa. Kami antar andinda Masmuni keluar Babel dengan karpet merah kita antarkan ke Pangkal Balam atau ke Bandara,”tutupnya.(Yuko)













Sape masmuni ne, org mne asal, l kuat kayak e tungkeng e. Ni dibgka jgn nk mcm2 org bgka ni nerima sape bai dn dk nk berprasangka buruk kk org tp mun masmuni bepula kite ngirit e jgn dibgka ni. Tau dk masmuni kelk kmi kedit isi dlm ki
Sape masmuni ne, org mne asal, l kuat kayak e tungkeng e. Ni dibgka jgn nk mcm2 org bgka ni nerima sape bai dn dk nk berprasangka buruk kk org tp mun masmuni bepula kite ngirit e jgn dibgka ni. Tau dk masmuni kelk kmi kedit isi dlm ki.