BANGKA, PERKARANEWS.COM – Publik Bangka Belitung kembali dihebohkan dengan kabar miring mengenai bocornya gerbang ekspor ilegal pasir timah. Fokus utama kini tertuju pada perairan Desa Tuing, yang disinyalir menjadi titik keberangkatan puluhan ton harta karun bumi serumpun sebalai menuju luar negeri.
Informasi yang dihimpun tim di lapangan mengungkap adanya disparitas data yang mencolok. Jika sebelumnya beredar kabar hanya 10 ton timah yang lolos, investigasi internal mengindikasikan angka yang jauh lebih fantastis 35 ton pasir timah diduga kuat telah berhasil diseberangkan menuju Pulau Selangor, Malaysia.
Nama RZ, seorang pengusaha asal Belinyu, kini menjadi sorotan utama. Ia diduga sebagai pemilik sekaligus otak di balik pengiriman jumbo tersebut. Untuk memuluskan aksinya, para mafia ini dikabarkan menggunakan armada “Speedboat Hantu” dengan kekuatan mesin hingga 6 unit, yang mampu melesat cepat di jalur tikus pesisir utara Bangka guna menghindari patroli petugas.
Tak hanya di Tuing, titik-titik rawan seperti Pesisir Pantai Bedukang juga disinyalir menjadi dermaga bayangan bagi para mafia.
Motifnya jelas. Keuntungan Berlipat Ganda. Dengan harga jual internasional yang menggunakan kurs Dolar Singapura, Dolar AS, hingga Ringgit Malaysia, para kolektor gelap rela bertaruh nyawa dan hukum.
Fenomena ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Di saat Satgas Timah memiliki kewenangan penuh untuk menindak tambang dan pengiriman ilegal, mengapa aktivitas di pesisir utara justru semakin menggila?
“Jika tambang ilegal masih menjamur di hutan, laut, hingga area mangrove, itu artinya ada kolektor gelap yang menampung. Dan jika pengiriman lewat pelabuhan tikus masih mulus, apakah ini murni kelengahan atau ada permainan ‘main mata’?” ungkap salah satu sumber warga yang enggan disebutkan namanya.
Saat ini, kerusakan lingkungan akibat tambang ilegal di Bangka Belitung tampak mencapai titik nadir. Hampir seluruh sudut wilayah telah terjamah aktivitas tambang tanpa izin. Keberanian para pelaku ini diduga kuat karena adanya jaminan pasar gelap yang siap menampung hasil jarahan mereka untuk kemudian diselundupkan ke luar negeri.
Hingga berita ini diturunkan, Tim SMSI Bangka terus berupaya melakukan verifikasi mendalam dan mencoba menghubungi pihak-pihak terkait, termasuk RZ dan aparat penegak hukum, guna mengonfirmasi dugaan penyelundupan 35 ton timah tersebut.(Tim SMSI BANGKA)












