PANGKALPINANG, PERKARANEWS.COM – Upaya penegakan hukum terhadap praktik ilegal pertambangan kembali membuahkan hasil signifikan. Satuan Lapangan (Satlap) Tricakti berhasil mengungkap upaya pengiriman timah balok ilegal dalam jumlah besar di wilayah Pangkalpinang. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan total 22,4 ton timah balok yang diduga hendak diselundupkan.
Perkara ini bermula saat personel di lapangan melakukan pemantauan rutin. Situasi berkembang secara eskalatif ketika sebuah unit mobil Pajero Sport bernomor polisi B 2427 KBR melintas dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Petugas segera melakukan penyekatan dan pemeriksaan terhadap kendaraan mewah tersebut.
Hasil penggeledahan menunjukkan bahwa Pajero Sport tersebut memuat timah balok dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan pemeriksaan identitas, kendaraan tersebut dikendarai oleh dua oknum anggota TNI yang berdinas di Koramil Taman Sari, Pangkalpinang.
Selain unit Pajero, petugas juga mengamankan satu unit truk tambahan dengan nomor polisi BM 8647 ZO yang juga kedapatan mengangkut muatan serupa. Total barang bukti yang disita dari rangkaian penyekatan ini mencapai 22,4 ton.
Berdasarkan hasil pendalaman dan interogasi awal, diperoleh petunjuk bahwa komoditas timah tersebut berasal dari sebuah gudang di wilayah Sadai. Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Satlap Tricakti segera bergerak melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga milik PT Rajawali.
Hingga saat ini, gudang PT Rajawali yang dikabarkan masih menyimpan puluhan ton timah lainnya berada dalam pengawasan ketat (status under surveillance) oleh personel Satlap Tricakti guna kepentingan investigasi lebih lanjut.
Aktivitas penyekatan dan penindakan tegas ini merupakan bagian dari komitmen serius otoritas terkait untuk mencegah kebocoran kekayaan negara serta mendukung peningkatan hasil produksi PT Timah secara legal.
“Seluruh barang bukti, baik kendaraan maupun timah balok, telah diarahkan ke GBT Cambay untuk menjalani proses hukum, administrasi perkara, dan pendalaman lebih lanjut guna mengungkap jaringan di baliknya.”
Situasi di lokasi gudang PT Rajawali hingga berita ini diturunkan masih terpantau kondusif namun tetap dalam penjagaan personel bersenjata lengkap demi menjamin keamanan barang bukti. (Yuko)












