Rotasi Jabatan Pemkab Bangka: Bupati Fery Insani Lantik Camat dan Lurah, Tekankan Etika dan Ilmu

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Gerbong mutasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kembali bergerak. Bupati Bangka, Fery Insani, resmi melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas, termasuk posisi strategis Camat dan Lurah di Gedung Graha Matras, Jumat (6/2/2026).

 

Pelantikan ini menjadi momentum krusial bagi Pemkab Bangka di tahun 2026, yang dicanangkan sebagai tahun konsolidasi total pada aspek pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik. Meski diisi oleh “wajah lama”, para pejabat tersebut kini mengemban tanggung jawab di posisi yang baru.

 

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Bupati Fery Insani menegaskan bahwa proses pelantikan kali ini telah melewati mekanisme yang sangat ketat melalui pertimbangan teknis (Pertek) dan aturan BKM yang baku. Ia membandingkan proses ini dengan masa lalu, di mana sistem saat ini jauh lebih terukur.

 

“Proses hari ini berbeda dengan dulu. Sekarang melalui BKM, perteknya sudah baku. Kami bersama Pak Wakil Bupati (Pak Dino) menghitung dengan cermat, hampir 3 bulan 1 hari kami merumuskan ini hingga akhirnya diputuskan pada tanggal 6 bulan 2 tahun 2026,” ujar Fery Insani.

 

Bupati mengingatkan kepada seluruh ASN yang dilantik bahwa jabatan adalah amanah, bukan milik pribadi. Ia meminta para pejabat untuk segera melakukan serah terima jabatan dan langsung bekerja pada hari Senin mendatang tanpa menunda-nunda.

 

“Ikuti saja prosesnya, segera move on dari tempat lama. Jangan sampai setelah pelantikan masih sibuk makan-makan atau urusan lama tidak selesai. Senin kita sudah mulai dengan tugas baru karena semua keamanan data kita menggunakan TTI,” tegasnya.

 

Bupati juga mengakui bahwa dalam proses penempatan posisi, mungkin ada pihak yang merasa kurang pas. Namun, ia menjamin bahwa formulasi yang diambil adalah yang terbaik demi kepentingan publik dan pengamanan kebijakan pemerintah.

 

Fery Insani, yang juga merupakan seorang ASN, menitipkan dua pesan kunci bagi para bawahannya untuk menghadapi tantangan tahun 2026. ASN wajib paham regulasi, rencana kerja (renja), dan detail pekerjaan di lini masing-masing. Diskusi untuk menambah wawasan harus terus dilakukan. Bupati menekankan pentingnya kerendahan hati.

 

“Jangan mengusung ‘jendela’ di rumah orang tua. Jabatan ini amanah, bukan permintaan. Saya pun sebagai Bupati tidak ingin pelayanan yang berlebih,” tambahnya.

 

Penempatan posisi ini, menurut Bupati, murni berdasarkan kinerja dan kebutuhan organisasi untuk melakukan konsolidasi di segala lini. Ia menegaskan tidak ada kepentingan pribadi atau rasa benci terhadap pegawai dalam proses rotasi ini.

 

“Jabatan itu tidak statis, tapi dinamis. Kami tidak berniat menyiksa pegawai. Saya ASN dan saya paham itu. Bekerjalah dengan baik, bersyukur atas kesempatan ini, dan mari kita bawa Bangka menjadi lebih baik,” tutupnya. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *