Laka Tambang Pemali: Di Balik Penemuan Korban Terakhir, Ada Dugaan “Main Mata” Tambang Ilegal

BANGKA, PERKARANEWS.COM – Operasi pencarian korban kecelakaan tambang (laka tambang) di lokasi DU 1517 TB Pamali akhirnya mencapai titik akhir. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban terakhir pada Sabtu (07/02/2026) siang, menutup rangkaian pencarian yang telah berlangsung selama lima hari.

 

Berdasarkan laporan di lapangan, korban ditemukan tepat pada pukul 13.40 WIB. Petugas Basarnas bersama tim gabungan berhasil mengangkat jasad penambang yang sempat hilang tersebut dari kedalaman lokasi kejadian. Penemuan ini sekaligus menggenapi jumlah korban jiwa menjadi tujuh orang dalam tragedi memilukan di objek vital milik PT Timah tersebut.

 

Bacaan Lainnya

Ketujuh korban diketahui merupakan penambang asal Pandeglang. Isak tangis keluarga mengiringi proses evakuasi terakhir ini, mengingat perjuangan tim yang cukup berat menghadapi medan tambang selama hampir sepekan.

 

Meskipun pencarian fisik telah berakhir, perkara hukum dan tuntutan transparansi justru baru dimulai. Tragedi di DU 1517 ini menyisakan duka mendalam sekaligus kemarahan publik. Muncul dugaan kuat adanya praktik penambangan ilegal yang terbiarkan di area objek vital.

 

Masyarakat dan berbagai pihak mendesak adanya investigasi menyeluruh terkait. Bagaimana penambangan yang diduga ilegal bisa beroperasi di wilayah resmi. Adanya dugaan “main mata” antara oknum di lapangan dengan pihak terkait. Audit menyeluruh terhadap sistem pengamanan di wilayah DU 1517 agar insiden serupa tidak terulang kembali.

 

Tragedi ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan perampokan sumber daya secara transparan di lahan milik negara tersebut. (Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. **herpafend**

    herpafend is a natural wellness formula developed for individuals experiencing symptoms related to the herpes simplex virus.