Pemkot Pangkalpinang Libatkan Semua Pihak Percepat Penurunan Stunting

PANGKALPINANG,PERKARANEWS –  Pemkot Pangkalpinang menggelar rapat koordinasi percepatan penurunan stunting tahun 2025, Selasa (29/7/2025), di auditorium Inspektorat Daerah. Sekda Kota Pangkalpinang, Mie Go, menegaskan pentingnya kerja bareng lintas OPD dan dukungan dari berbagai pihak.

“Penanganan stunting ini harus keroyokan. Banyak OPD yang terlibat seperti PU, Perkim, Dinsos, Kesra, DP3AKB, Dinkes, dan Baznas. Kalau kita kompak dan fokus, kasus bisa segera dituntaskan,” ujar Mie Go.

Ia meminta setiap OPD punya rencana aksi yang jelas dan berbasis data. Program sumbangan telur yang sempat digagas sebelumnya juga akan dilanjutkan secara sukarela.

“Siapa pun boleh menyumbang, berapa pun jumlahnya, yang penting ikhlas,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya dari internal pemerintah, Pemkot juga akan menggandeng dunia usaha lewat program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memperkuat penanganan stunting.

“Ini bukan cuma tanggung jawab pemerintah. Perusahaan dan masyarakat juga bisa ikut berkontribusi. Kita akan kirim surat resmi ke forum CSR,” jelasnya.

Saat ini angka stunting di Pangkalpinang tercatat turun dari 20,6 persen menjadi 14,4 persen. Meski begitu, Pemkot tidak ingin berhenti sampai di situ. Target lebih besar sudah dipasang: zero stunting pada akhir 2026.

Untuk mendukung itu, Mie Go menekankan pentingnya pendataan ulang di wilayah prioritas agar program intervensi bisa tepat sasaran.

“Tidak semua kecamatan jadi lokus. Kita akan evaluasi lagi setelah dua hingga tiga bulan intervensi,” ungkapnya.

Ia optimistis target bisa tercapai lewat kolaborasi lintas sektor, data yang akurat, dan dukungan dari masyarakat serta dunia usaha.(MJ01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *