Kemenag Pangkalpinang Kembali Roadshow Penguatan IKM

PANGKALPINANG,PERKARANEWS — Road show penguatan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kota Pangkalpinang dilanjutkan kembali setelah beberapa waktu yang lalu sempat terhenti dikarenakan adanya libur lebaran Idul Adha dan libur semester genap bagi para guru.

Kali ini pelaksanaan penguatan IKM tersebut dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ihsan pada Jumat (2/8/2024). Pada kegiatan tersebut tampak hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Abdul Halim, S.H.I., M.H., pengawas Madrasah Hj. Rohani, M.Pd., serta pengawas PAI Kementerian Agama Kota Pangkalpinang, Dr. Kartika Sari, M.Pd.I.

Abdul Halim dalam sambutannya mengatakan kurikulum merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memiliki berbagai perangkat ajar sehingga pembelajar dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik.

Bacaan Lainnya

“Kurikulum merupakan acuan bagi seorang guru dalam proses pembelajaran dan perubahan suatu kurikulum bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik sesuai perkembangan zamannya,” pesannya.

Dr. Kartika Sari selaku narasumber menyampaikan pelaksanaan IKM satu paket dengan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Di mana PMM sendiri adalah alat bantu yang memudahkan guru dan kepala sekolah/madrasah untuk menentukan sasaran kinerja yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan satuan pendidikan dan pengembangan karir guna peningkatan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

“Adanya kegiatan IKM ini guru diharapkan memahami terlebih dahulu hakikat kurikulum merdeka, mulai dari pengertian, tujuan, hingga sejarah kurikulum serta tidak menutup diri terhadap teknologi, dengan demikian guru benar-benar dapat menerapkan kurikulum sesuai tujuan yang diinginkan,” tuturnya.

Dia mengungkapkan merdeka itu bebas tapi dengan aturan. Menurutnya para guru memiliki kebebasan mengeksplorasi apa yang mereka miliki dan anak-anak miliki. Terakhir dia berharap madrasah bisa menerapkan IKM dengan baik dan setiap madrasah bisa menghasilkan anak-anak yang mempunyai potensi luar biasa yang berguna untuk kehidupan mereka sebagai pribadi dan masyarakat.(Yuko)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan ke FobertMah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2,469 Komentar

  1. Please let me know if you’re looking for a author for your weblog. You have some really good posts and I believe I would be a good asset. If you ever want to take some of the load off, I’d love to write some articles for your blog in exchange for a link back to mine. Please blast me an e-mail if interested. Cheers!
    byueuropaviagraonline